JAYAWIJAYA, radarsampit.jawapos.com – Menjelang peringatan hari Hak Asasi Manusia Sedunia tokoh adat Papua mengimbau warga untuk menjaga ketertiban dan menjauhi ajakan yang berpotensi memicu kericuhan.
Pernyataan itu disampaikan agar perhatian masyarakat tetap tertuju pada persiapan ibadah dan kehidupan sehari-hari di bulan Desember.
Naligi Kurisi, tokoh adat tertua di Jayawijaya, menegaskan pentingnya stabilitas bersama aparat keamanan demi kelancaran aktivitas masyarakat.
”Saya meminta warga Jayawijaya tetap menjalankan tugasnya masing-masing dan tidak terprovokasi oleh ajakan yang bisa memicu kegaduhan,” kata Naligi saat memberi imbauan publik.
Dia juga mengingatkan, Desember merupakan bulan suci bagi banyak komunitas Kristen, sehingga suasana aman dinilai sangat penting.
Naligi menambahkan, peringatan agar masyarakat selektif terhadap seruan yang menurutnya rawan dimanfaatkan pihak berkepentingan untuk menimbulkan kerusuhan.
”Mari kita sambut Natal dengan damai dan jauhi kegiatan yang dapat mengganggu keamanan,” ujarnya.
Seruan serupa datang dari Manokwari. Tokoh pemuda Byak, Rommy Arwam, mengimbau agar momentum peringatan HAM dimaknai sebagai ajang refleksi moral yang memperkuat persatuan dan penghormatan terhadap hak dasar warga.
”Peringatan Hari HAM perlu dipahami sebagai komitmen bersama untuk memperkuat persatuan dan keharmonisan sosial,” ujar Rommy.
Arwam juga memberi peringatan agar warga tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya.
Dia memuji peran pemerintah daerah serta TNI–Polri dalam menjaga stabilitas, namun menekankan bahwa kehati-hatian warga dalam menyaring kabar penting untuk mencegah provokasi dan hoaks.
”Sinergi antara masyarakat elemen adat dan aparat adalah kunci agar peringatan HAM berlangsung aman penuh semangat kebersamaan,” tuturnya.
Pesan tokoh adat dan tokoh pemuda ini mencerminkan upaya bersama menjaga keamanan lokal pada masa-masa sensitif seperti peringatan HAM dan Natal.
Dukungan terhadap langkah preventif dan kewaspadaan publik diharapkan membantu menjaga ketentraman komunitas sehingga kegiatan keagamaan dan sosial dapat berjalan tertib. (*/ign)
Editor : Gunawan.