Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Film, Dialog, dan Refleksi, Wajah Baru Peringatan Hari HAM Sedunia

Gunawan. • Senin, 8 Desember 2025 | 21:43 WIB
Menteri HAM Natalius Pigai
Menteri HAM Natalius Pigai

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Menyambut Hari Hak Asasi Manusia Sedunia, peringatan tahun ini memilih langkah yang lebih reflektif.

Pemerintah dan komunitas akademik menempatkan edukasi dan dialog sebagai fokus utama.

Dalam rangka itu, Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia menggelar penayangan sekaligus bedah film Pangku sebagai wadah publik untuk menggali nilai kemanusiaan lewat bahasa sinema.

Acara berlangsung interaktif dan menghadirkan sejumlah tokoh penting.

Hadir pada sesi tersebut, Menteri HAM Natalius Pigai, sang sutradara Reza Rahadian, pemerhati HAM dan perfilman Adi/Adhie Massardi, serta Yosef S. Nggarang yang menjabat sebagai Staf Khusus Menteri bidang pemenuhan HAM.

Kehadiran mereka menegaskan bahwa film dipandang lebih dari sekadar karya seni melainkan alat pendidikan sosial.

Dalam diskusi, Yosef S. Nggarang membedah bagaimana film itu membuka ruang pemahaman terhadap persoalan struktural seperti kemiskinan, ketidakadilan, serta kerentanan yang dialami perempuan dan anak.

”Film ini memberi sudut pandang baru bagi pembuat kebijakan dalam merumuskan pemenuhan HAM sekaligus mendorong publik untuk menghormati martabat sesama," ujarnya.

Sutradara Reza Rahadian memaparkan latar lahirnya film yang terinspirasi dari fenomena sosial di wilayah Pantura bernama 'Kopi Pangku'.

Menurut Reza, karya tersebut sengaja mengangkat suara perempuan pekerja sebagai pusat narasi supaya pengalaman mereka mendapatkan perhatian dan penghormatan.

”Harapannya, ketika 'Pangku' diputar penonton dapat duduk, meresapi kisahnya, lalu pulang dengan kesan yang mereka pilih sendiri," kata Reza.

Di sisi akademik, peringatan Hari HAM juga mendapat respons dari organisasi mahasiswa.

Ketua Koordinator Ormawa Universitas Pamulang, Ahmad Muajir, menyatakan bahwa Unpam memilih merayakan Hari HAM lewat kegiatan edukatif di kampus dan tidak merencanakan aksi turun ke jalan.

Rangkaian acara internal yang direncanakan meliputi seminar tematik diskusi panel lokakarya serta program refleksi mahasiswa pada 9–11 Desember.

”Setelah berunding internal kami sepakat mengedepankan kegiatan edukatif agar pemahaman HAM lebih mendalam tanpa mengorbankan stabilitas akademik," ujar Ahmad Muajir.

Pendekatan kolaboratif antara lembaga negara pelaku seni dan dunia kampus mencerminkan tujuan yang sama yakni memperkuat nilai kemanusiaan secara inklusif.

Dengan menjadikan film sebagai pintu masuk diskusi publik dan mengutamakan literasi HAM, peringatan kali ini diupayakan lebih substansial daripada sekadar seremoni, berharap menghasilkan penguatan empati kebijakan dan partisipasi publik yang sehat. (*/ign)

Editor : Gunawan.
#Peringatan HAM