JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah menegaskan penguatan ekonomi dan layanan keuangan syariah sebagai salah satu instrumen penting untuk meratakan pertumbuhan ekonomi di seluruh lapisan masyarakat.
Menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto aset sektor keuangan syariah Indonesia meningkat tajam dari sekitar Rp6.193 triliun pada 2021 menjadi Rp10.257 triliun pada 2025.
”Ekonomi syariah kini menjadi pilar penting yang mendukung pertumbuhan dan membuka lebih banyak peluang usaha,” ujar Airlangga.
Airlangga menyebut, percepatan program sertifikasi halal nasional serta naiknya minat pada produk dan layanan halal, seperti fesyen muslim, kosmetik, farmasi, dan pariwisata ramah Muslim, turut mendorong pertumbuhan aset tersebut.
Indikator posisi global juga membaik. Indonesia tercatat menempati peringkat tiga pada Global Islamic Economy Indicator (SGIE) 2024/2025 yang menempatkan negara ini sebagai salah satu ekosistem ekonomi syariah terkuat di dunia.
Meski capaian makro menjanjikan, penguatan literasi keuangan masih menjadi pekerjaan rumah.
”Kesenjangan antara tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah masih menjadi pekerjaan rumah kita,” kata Airlangga, seraya menyoroti angka literasi nasional yang berada di kisaran 66 persen dibandingkan rerata OECD sekitar 62–63 persen.
Komitmen pemerintah juga terlihat pada percepatan sertifikasi halal. Data resmi BPJPH dan channel pemerintah menyebut bahwa sampai akhir November 2025 telah diterbitkan sekitar 3 juta sertifikat halal dengan total produk bersertifikat mencapai lebih dari 9 juta item sehingga memperkuat kredibilitas produk lokal di pasar domestik dan ekspor.
Di sisi pembiayaan, program pembiayaan syariah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah menunjukkan kontribusi nyata.
Sejak diluncurkan pada 2015 hingga November 2025 total penyaluran KUR Syariah mencapai sekitar Rp89,04 triliun bagi 1,47 juta debitur yang mayoritas merupakan pelaku UMKM.
”Capaian ini menunjukkan pembiayaan syariah efektif memperluas akses modal dan memperkuat ketahanan UMKM,” ujar Airlangga.
Sementara itu, Kepala Ekonom BSI Banjaran Surya Indrastomo memperkirakan perekonomian Indonesia pada 2026 dapat tumbuh sekitar 5,28 persen dan menyebut konsumsi rumah tangga realisasi program prioritas pemerintah serta penguatan ekonomi syariah sebagai penopang utama.
”Kami menilai pertumbuhan ekonomi 2026 akan mencapai 5,28%,” kata Banjaran. (*/ign)
Editor : Gunawan.