JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah memperkuat kerja sama antar-institusi untuk memperluas dan meningkatkan mutu Program Sekolah Rakyat.
Inisiatif itu tercermin lewat penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Sosial dan PT Pos Indonesia di Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI) Bandung yang menghadirkan dukungan sarana prasarana dan skema beasiswa untuk lulusan Sekolah Rakyat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menilai, kolaborasi tersebut sebagai langkah nyata memperkuat pendidikan inklusif.
”Kami menandatangani MoU di mana PT Pos akan mendukung Sekolah Rakyat, baik melalui sarana prasarana maupun beasiswa bagi lulusan yang berpotensi melanjutkan studi di ULBI,” ujar Saifullah.
Pernyataan serupa juga muncul dalam rilis resmi Kemensos yang merekam komitmen ini.
Plt Direktur Utama PT Pos Indonesia Haris mengatakan, dukungan perusahaan tidak hanya bersifat simbolis, melainkan mencakup program yang konkret, seperti penguatan kapasitas komunitas serta program CSR yang menyentuh aspek pendidikan dan pemberdayaan ekonomi.
”Kerja sama ini mencakup pembangunan kapasitas literasi sosial pendidikan dan pelatihan pemberdayaan ekonomi serta penyediaan fasilitas operasional untuk Sekolah Rakyat,” kata Haris.
Di sektor infrastruktur pendidikan, Kementerian Pekerjaan Umum menggeber pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II yang kini memasuki fase konstruksi di 104 lokasi.
Tahap lanjutan ini dirancang mampu menampung 112.320 siswa melalui 3.744 rombongan belajar terdiri dari 1.872 rombel SD 936 rombel SMP dan 936 rombel SMA dan ditargetkan siap mendukung tahun ajaran 2026/2027.
”Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bukti komitmen pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul,” kata Menteri PU Dody Hanggodo. (*/ign)
Editor : Gunawan.