Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Danantara Garap PLTSa, Solusi Energi dari Sampah dan Peluang Kerja Hijau

Gunawan. • Rabu, 3 Desember 2025 | 15:31 WIB
KELOLA INVESTASI: Suasana di depan gedung Bank Badan Pengelola Investasi Danantara di Cikini, Jakarta, Senin, (25/2).
KELOLA INVESTASI: Suasana di depan gedung Bank Badan Pengelola Investasi Danantara di Cikini, Jakarta, Senin, (25/2).

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah memperkuat dorongan pengembangan energi terbarukan lewat proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang diinisiasi oleh Danantara.

Hal tersebut sebagai bagian dari paket investasi publik-swasta untuk memperkokoh ketahanan energi nasional sekaligus membuka lapangan kerja baru di sektor hijau.

Proyek ini direncanakan dilaksanakan bertahap dengan prioritas pembangunan pada sejumlah kota mulai tahun depan.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, PLTSa termasuk agenda prioritas pemerintah karena mampu menjawab dua persoalan sekaligus, yakni kebutuhan pasokan energi dan pengelolaan sampah, terutama di kawasan perkotaan dan destinasi pariwisata.

”Melalui Danantara, Indonesia sudah berkomitmen membangun PLTSa, di mana tujuh proyek direncanakan dibangun pada 2026,” ujar Airlangga.

Pemerintah juga menempatkan target yang lebih luas sebagai sinyal komitmen jangka menengah.

”Presiden Prabowo Subianto menargetkan pada 2029, sebanyak 33 PLTSa sudah terbangun dan tersebar di berbagai provinsi Indonesia, khususnya untuk daerah-daerah yang memiliki permasalahan sampah,” jelas Airlangga.

Dari sisi pembiayaan, Danantara memandang proyek waste-to-energy sebagai peluang strategis yang menggabungkan tujuan pembangunan berkelanjutan dan pengembangan ekonomi hijau.

Managing Director Investment Danantara Indonesia Stefanus Ade Hadiwidjaja menekankan, PLTSa bukan solusi satu pihak.

”Indonesia punya peluang menjaga kehidupan melalui waste-to-energy. Namun, tidak ada yang bisa melakukannya sendiri. Proyek ini hanya mungkin apabila ada kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat,” kata Stefanus.

Kesiapan infrastruktur kelistrikan menjadi prasyarat agar listrik yang dihasilkan dari sampah dapat diserap efektif oleh sistem nasional.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memastikan perusahaan pelat merah itu siap bertindak sebagai offtaker dan menyiapkan integrasi teknisnya.

”PLN mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam percepatan pembangunan PLTSa. Peran kami adalah memastikan kesiapan jaringan, memberikan kepastian offtake, serta membuka ruang kerja sama dengan para pengembang,” ujar Darmawan.

Para penggagas proyek menekankan manfaat multipel PLTSa, yakni mengurangi timbunan sampah, menambah pasokan energi terbarukan, meningkatkan kualitas zona wisata, dan menciptakan pekerjaan hijau di tingkat lokal.

Namun, keberhasilan program dinilai bergantung pada sinergi teknis, regulasi yang jelas, serta pola pembiayaan yang meminimalkan risiko investor dan daerah. (*/ign)

Editor : Gunawan.
#listrik #Danantara #pltsa