JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah menyatakan kesiapan anggaran dan logistik untuk menangani dampak banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah daerah di Pulau Sumatera.
Presiden RI Prabowo Subianto memastikan bantuan segera dikirimkan dan sumber daya diprioritaskan untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak.
Presiden menegaskan, pemerintah akan mengerahkan bantuan sebanyak yang diperlukan dan secepat mungkin sehingga kebutuhan mendesak di lapangan dapat terpenuhi.
”Kami pastikan bantuan dikirim sebanyak dan secepat yang dibutuhkan,” ujarnya saat meninjau lokasi terdampak dan memantau distribusi logistik.
Selain pengiriman bantuan darurat, pemerintah juga menyiapkan alokasi khusus untuk memperbaiki infrastruktur publik yang rusak.
Perbaikan menyasar fasilitas desa dan infrastruktur dasar agar layanan publik seperti pendidikan dan transportasi dapat pulih lebih cepat.
”Anggarannya sudah tersedia, dan kami lakukan penghematan untuk memastikan bantuan dapat terus mengalir,” kata Presiden.
Presiden memberi penekanan khusus pada pemulihan fasilitas pendidikan, sehingga proses pembelajaran anak-anak tidak terlalu lama terganggu.
”Perbaikan sekolah akan dipercepat, seluruh fasilitas pendidikan harus segera kembali berfungsi,” katanya, saat memantau kondisi beberapa sekolah yang terdampak.
Instansi terkait seperti BNPB serta unsur TNI dan Polri dikerahkan untuk mempercepat evakuasi dan mendukung distribusi bantuan ke daerah-daerah terisolir.
Dari sisi fiscal, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kesiapan kementeriannya untuk mengucurkan dana darurat sesuai kebutuhan operasi tanggap darurat.
”Kalau saya diminta menyediakan dananya saya siapkan Itu komitmen kami,” ujar Menkeu.
Pemerintah juga mengandalkan skema pendanaan bencana yang diatur untuk memperkuat kesiapan fiskal menghadapi risiko semacam ini.
Kerangka pendanaan untuk penanggulangan bencana diatur melalui peraturan presiden terkait dana bersama penanggulangan bencana yang memungkinkan pemerintah menyalurkan sumber daya dengan lebih terencana termasuk alokasi APBN/APBD dan skema mitigasi risiko lain seperti asuransi aset.
Pendekatan ini dilakukan supaya respons terhadap bencana berskala besar bisa lebih cepat dan tidak sepenuhnya bergantung pada alokasi anggaran rutin tahunan.
Pemerintah juga terus memprioritaskan pemulihan akses, seperti membuka jalan, lapangan terbang, dan jalur distribusi.
Hal itu untuk memastikan logistik seperti beras, makanan siap saji, dan obat-obatan dapat segera sampai ke pengungsi dan wilayah terisolir. (*/ign)
Editor : Gunawan.