JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Program rumah subsidi yang dicanangkan pemerintah terus menunjukkan efek berantai bagi perekonomian daerah terutama di wilayah yang permintaan hunian layaknya tinggi.
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menegaskan program ini tidak hanya memperluas akses perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah tetapi juga membuka ruang usaha dan menyerap tenaga kerja lokal.
Menteri PKP Maruarar Sirait menyorot capaian provinsi Jawa Barat yang menjadi daerah penyerapan rumah subsidi terbanyak dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor berada di urutan teratas.
”Jawa Barat adalah yang paling besar realisasi rumah subsidi Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor menempati posisi tertinggi Ini bukti bahwa program perumahan benar-benar menyentuh rakyat yang membutuhkan,” ujar Maruarar saat kunjungan kerja.
Maruarar juga memaparkan dampak langsung pembangunan rumah subsidi terhadap lapangan kerja dan rantai usaha lokal.
Menurutnya, satu rumah umumnya melibatkan sedikitnya lima tenaga kerja sehingga target 350 ribu unit pada tahun berjalan diproyeksikan menyerap sekitar 1,65 juta pekerja termasuk tukang, mandor, sopir, dan pelaku usaha mikro di sekitar lokasi pembangunan.
”Kalau 350 ribu rumah dibangun ada sekitar 1,65 juta lapangan kerja tercipta,” kata Maruarar.
Selain itu, kementerian melihat potensi di pasar sekunder perumahan yang bisa mendatangkan pendapatan baru lewat profesi broker.
Maruarar menyatakan, pemerintah ingin menjadikan profesi tersebut sebagai sumber penghidupan yang terhormat dan produktif.
”Saya mau bikin broker ini jadi pekerjaan yang terhormat dan bisa menghasilkan orang-orang kaya baru juga Karena kita mau membuat lapangan pekerjaan mesti kreatif,” ujarnya.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melaporkan realisasi program tahun ini mencapai sekitar 205.000 unit dari kuota 350.000 unit yang ditetapkan pemerintah dan menilai capaian ini menunjukkan kemajuan dalam penyediaan hunian terjangkau sekaligus penggerak ekonomi lokal.
Dengan kombinasi penambahan kuota subsidi skema pembiayaan yang difasilitasi pemerintah dan upaya menguatkan ekosistem perumahan di daerah, diharapkan multiplier effect dari program ini terus terasa oleh pedagang kecil penyedia material konstruksi hingga jasa transportasi sehingga pertumbuhan ekonomi lokal ikut terdorong. (*/ign)
Editor : Gunawan.