JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah menambah anggaran untuk mempercepat program elektrifikasi di desa-desa tertinggal terpencil dan terdepan.
Sebagai bagian dari penyesuaian anggaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2025, dialokasikan sekitar Rp4,3 triliun yang ditujukan kepada PT PLN (Persero) untuk mempercepat pemasangan jaringan dan program penyambungan listrik gratis bagi masyarakat.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa tambahan dana itu merupakan bagian dari peningkatan pagu anggaran kementerian sehingga total pagu ESDM pada 2025 tercatat sekitar Rp14,1 triliun.
”Sekitar Rp4,35 triliun yang itu menjadi penugasan ke PLN untuk listrik desa dan penyambungan listrik gratis,” ujar Bahlil.
Bahlil juga menyatakan optimisme terkait kemampuan PLN menyelesaikan tugas tersebut, karena kesiapan infrastruktur dan pengalaman operasional perusahaan pelat merah itu.
Menurutnya, langkah ini adalah wujud keberpihakan pemerintah kepada masyarakat yang selama ini sulit mengakses energi.
”Penugasan ini diberikan kepada PLN karena mereka memiliki kesiapan infrastruktur dan pengalaman yang memadai untuk menjalankan program ini dengan cepat dan efektif,” tegasnya.
Data resmi Kementerian ESDM menunjukkan realisasi belanja kementerian per 10 November 2025 tercatat pada kisaran 31,12 persen dari total pagu Rp14,1 triliun.
Jika dihitung terhadap pagu awal sebelum penambahan anggaran, beberapa pos menunjukkan tingkat serapan yang berbeda sehingga kementerian menindaklanjuti percepatan penyerapan anggaran.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menegaskan bahwa ketersediaan listrik adalah salah satu tolok ukur pemerataan pembangunan desa dan menjadi fokus koordinasi antar kementerian.
”Kami sudah bahas di rapat kabinet in syaa Allah di periode Pak Presiden Prabowo tidak ada lagi desa yang belum punya listrik,” kata Yandri saat rapat kerja.
Kementerian Desa berjanji terus berkolaborasi dengan ESDM dan PLN agar proses elektrifikasi berjalan lebih cepat terutama di wilayah 3T.
Dengan dukungan anggaran tambahan dan pelibatan PLN, pemerintah berharap program listrik desa tidak hanya mempercepat akses energi tetapi juga mendorong pemerataan pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup warga desa.
Koordinasi lintas kementerian dan pengawasan realisasi anggaran menjadi kunci agar target elektrifikasi dapat tercapai sesuai jadwal. (*/ign)
Editor : Gunawan.