JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Juru Bicara Kementerian Sekretariat Negara, Prasetyo Hadi, mengimbau masyarakat untuk menanggapi penetapan gelar Pahlawan Nasional bagi Soeharto dengan kepala dingin dan sikap dewasa.
”Marilah kita arif dan bijaksana belajar menjadi dewasa sebagai sebuah bangsa untuk kita menghormati dan menghargai jasa-jasa para pendahulu,” ujarnya.
Prasetyo juga menekankan agar publik mengurangi kebiasaan hanya menonjolkan aspek negatif dari figur sejarah karena setiap pemimpin memiliki kelebihan dan kekurangan.
”Mari kita kurangi untuk selalu melihat kekurangan-kekurangan,” tambahnya ketika menjelaskan latar proses penetapan.
Dari kalangan politik daerah, Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar menyatakan, dari berbagai sisi Soeharto layak menerima penghargaan tersebut karena kontribusinya yang dianggap berdampak panjang.
”Terlepas dari kekurangan sebagai manusia dari seluruh aspek memang layak diberikan gelar Pahlawan Nasional,” kata Ahmed Zaki.
Ia juga mengingatkan agar penilaian terhadap tokoh sejarah dilakukan secara menyeluruh bukan hanya berdasar sebagian peristiwa.
Pandangan serupa datang dari pendiri lembaga survei Cyrus Network Hasan Nasbi yang meminta publik memberi penilaian dengan keseimbangan antara jasa dan kesalahan.
”Kalau mau menilai seseorang mau jadi pahlawan silakan tapi kasih timbangan yang adil,” kata Hasan.
Penetapan gelar disebut telah melalui mekanisme resmi, yakni kajian Dewan Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan sebelum disahkan oleh Presiden.
Keputusan pemberian gelar disampaikan sebagai bentuk penghormatan negara terhadap jasa para pemimpin yang dinilai berjasa besar bagi bangsa. (*/ign)
Editor : Gunawan.