JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah menegaskan komitmen mengarahkan kebijakan fiskal pada perluasan belanja sosial untuk memperkuat daya beli dan memberi perlindungan kepada kelompok rentan.
Pernyataan ini disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa anggaran negara harus digunakan untuk memberikan manfaat nyata bagi rakyat kecil.
”Negara harus hadir untuk melindungi yang lemah. Karena itu, saya memastikan bahwa setiap rupiah dari anggaran negara harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat kecil,” ujar Presiden.
Pemerintah mematok target percepatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Sejahtera dengan total alokasi Rp31,5 triliun agar instrumen fiskal itu segera mendorong konsumsi rumah tangga.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan harapannya agar dana tersebut sudah tersalurkan pada November 2025.
”Saya harapkan, November sudah habis semua yang Rp31,5 triliun untuk memberikan dorongan tambahan lagi ke perekonomian,” kata Purbaya.
Skema BLTS Sejahtera dirancang memberikan bantuan Rp900 ribu per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk jangka waktu tiga bulan sebagai tambahan pada triwulan keempat guna mempercepat pemulihan dan kebangkitan ekonomi di tingkat rumah tangga.
Pernyataan Menkeu menguatkan bahwa percepatan penyaluran menjadi prioritas agar dampak fiskal terasa cepat pada konsumsi lokal.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi penyaluran tambahan BLT ditujukan kepada 35,4 juta KPM dan menjelaskan mekanisme pencairan yang bakal dimulai sesuai jadwal distribusi.
”Jadi, intinya adalah 3 bulan itu mereka berhak masing-masing sebulan mendapat Rp 300 ribu, nanti mulai hari Senin, Minggu depan dapat diambil,” ujar Teddy.
Pemerintah menekankan bahwa perluasan belanja sosial bukan sekadar program jangka pendek tetapi bagian dari kebijakan fiskal yang berorientasi pada pemerataan dan perlindungan sosial.
Langkah ini diposisikan untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat dinikmati lebih luas termasuk oleh rumah tangga berpenghasilan rendah sekaligus menjaga stabilitas permintaan domestik. (*/ign)
Editor : Gunawan.