JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Upaya bersama sejumlah lembaga negara membuahkan hasil nyata dalam pemberantasan praktik judi daring sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan akumulasi pemblokiran situs dan analisis aliran dana, pemerintah melaporkan penurunan signifikan pada aktivitas transaksi judi online yang menjadi perhatian publik.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono memandang capaian itu sebagai buah dari kerja lintas lembaga yang konsisten.
”Penurunan hingga 57 persen bukan hanya capaian statistik tetapi bukti nyata bahwa sinergi antar-lembaga mampu menjaga integritas ruang siber nasional,” ujarnya dalam pernyataan publik.
Salah satu langkah yang dianggap menentukan adalah tindakan Kemenkomdigi yang melakukan pemblokiran terhadap jutaan situs dan konten terkait judi daring sejak Oktober 2024.
Data resmi kementerian mencatat bahwa lebih dari 2,45 juta laman dan konten terkait telah ditindak antara 20 Oktober 2024 sampai 2 November 2025 sehingga akses publik terhadap platform ilegal itu berkurang drastis.
PPATK berperan pada sisi penelusuran keuangan dengan memetakan aliran dana yang mencurigakan dan membantu aparat penegak hukum menutup celah perputaran uang ilegal. Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menegaskan adanya penurunan yang nyata.
”Memang terjadi penurunan sangat signifikan sekali lagi saya tegaskan terjadi penurunan sangat signifikan terkait dengan jumlah transaksi judi daring,” katanya.
Menurut data perbandingan yang dirilis PPATK nilai transaksi judi daring sepanjang 2024 mencapai sekitar Rp359 triliun sementara angka akumulasi sampai kuartal ketiga 2025 tercatat lebih rendah, yakni sekitar Rp155 triliun yang mencerminkan penurunan sekitar 57 persen.
Angka ini menjadi dasar klaim keberhasilan penindakan secara terpadu.
Keberhasilan tersebut menurut pejabat terkait tidak terlepas dari koordinasi di bawah arahan pemerintah pusat yang mendorong operasi terpadu antara Kemenkomdigi PPATK dan aparat penegak hukum.
Para pejabat menilai momentum ini harus dijaga untuk mencegah kebangkitan praktik ilegal yang kerap berubah taktik.
Dave Laksono menekankan, penurunan ini harus dijadikan pijakan untuk memperkuat tata kelola digital yang sehat dan tangguh.
”Keberhasilan ini harus menjadi momentum untuk membangun ekosistem digital yang sehat aman dan berdaya saing,” kata dia. (*/ign)
Editor : Gunawan.