JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah semakin memperkuat peran UMKM sebagai tulang punggung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional dengan memperluas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Hingga pertengahan Oktober 2025, realisasi KUR tercatat mencapai sekitar Rp217,2 triliun atau sekitar 76–77 persen dari target tahun ini menunjukkan permintaan pembiayaan yang kuat dari sektor-sektor padat karya.
Realisasi tersebut telah menjangkau jutaan debitur UMKM, sehingga pembiayaan banyak tersalur ke sektor pertanian perdagangan dan industri pengolahan yang menyerap banyak tenaga kerja.
Pemerintah menyatakan akan melanjutkan perluasan alokasi pembiayaan sampai akhir tahun untuk memperkuat permodalan usaha di tingkat akar rumput.
Selain itu, merencanakan langkah akselerasi penyaluran pada November-Desember 2025 dengan target pencairan tambahan sekitar Rp40 triliun melalui program akad massal KUR yang ditujukan bagi sekitar 800.000 debitur dengan rata-rata plafon pinjaman sekitar Rp50 juta per debitur.
Skema itu diharapkan mempercepat perputaran modal di sektor riil dan mendorong pemulihan di wilayah yang belum pulih sepenuhnya pascapandemi.
Upaya perluasan pembiayaan juga dibarengi program peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Pemerintah menekankan program upskilling dan reskilling untuk menyiapkan tenaga kerja yang siap menghadapi kebutuhan industri modern mulai dari pertanian berbasis digital hingga manufaktur hijau.
Rencana lain adalah memperluas program magang nasional yang ditargetkan menyentuh hingga satu juta peserta pada tahun mendatang sebagai bagian strategi menyiapkan tenaga kerja produktif.
Keterlibatan sektor korporasi juga diperkuat melalui berbagai bentuk kemitraan dengan UMKM.
Ketua Umum Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia Ipemi Ingrid Kansil menegaskan pentingnya sinergi tersebut dalam memperkokoh posisi UMKM di pasar nasional dan internasional.
”UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional yang berperan besar dalam menjaga ketahanan dan pemerataan ekonomi Indonesia,” ujar Ingrid.
Dia menambahkan, dukungan lembaga keuangan dan perusahaan besar menjadi kunci agar usaha kecil mampu naik kelas dan berkontribusi pada pertumbuhan berkelanjutan.
Peran lembaga penjaminan turut menambah kepastian pembiayaan. PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) melaporkan volume penjaminan sebesar sekitar Rp186,76 triliun hingga September 2025 yang meliputi penjaminan KUR dan non-KUR sehingga menjadi mitra strategis dalam memperluas akses modal bagi UMKM. (*/ign)
Editor : Gunawan.