JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Kebijakan fiskal yang lebih ekspansif di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mendapat respons positif dari berbagai elemen publik yang menilai langkah itu membantu pemulihan dan pemerataan ekonomi.
Banyak pihak memandang kebijakan tersebut membuka ruang bagi aliran anggaran yang langsung berdampak ke daerah dan masyarakat kecil.
Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung memuji arah kebijakan fiskal yang menurutnya semakin berpihak kepada daerah.
Dalam pernyataannya saat Rapat Kerja Komite IV DPD RI, ia menegaskan pentingnya supervisi dan pemanfaatan ruang fiskal agar manfaatnya benar-benar sampai ke lapangan.
”Arsitektur APBN adalah cerminan moral kekuasaan,” ujar Tamsil.
Hasil survei yang dirilis Indonesia Political Opinion (IPO) memperkuat gambaran publik yang cenderung mendukung kebijakan pemerintah.
Survei IPO periode 22–28 Mei 2025 mencatat mayoritas responden menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan baik dan angka kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan berada pada level tinggi.
”Angka kepuasan yang tinggi ini menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki harapan,” kata Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah.
Dari sisi makroekonomi, langkah fiskal ekspansif juga dipandang memberi hasil nyata.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pertumbuhan ekonomi triwulan III-2025 tercatat 5,04 persen dan hal itu menunjukkan APBN dikelola secara efektif untuk menjaga daya beli serta mendukung dunia usaha.
”APBN berperan menjaga daya beli masyarakat,” tuturnya.
Para pengamat dan pelaku usaha menilai desain fiskal yang memberi ruang untuk ketahanan pangan koperasi desa dan penguatan UMKM selaras dengan prinsip pembangunan pro-rakyat.
Di lapangan diharapkan efektivitas kebijakan ini tetap terjaga melalui koordinasi pusat-daerah dan pengawasan agar distribusi manfaat tidak terhambat oleh masalah administrasi atau kapasitas daerah.
Catatan pengecekan fakta: fakta utama dalam tulisan ini telah dicocokkan dengan laporan resmi Kementerian Keuangan dan pemberitaan kantor berita nasional serta rilis hasil survei IPO.
Data pertumbuhan 5,04 persen pada Triwulan III-2025 dan kutipan Menkeu serta hasil survei IPO berasal dari sumber resmi yang dipublikasikan pada awal November dan Juni 2025. (*/ign)
Editor : Gunawan.