Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Danantara Dorong Lonjakan Investasi Nasional, Perkuat Fondasi Fiskal

Gunawan. • Jumat, 7 November 2025 | 15:35 WIB
KELOLA INVESTASI: Suasana di depan gedung Bank Badan Pengelola Investasi Danantara di Cikini, Jakarta, Senin, (25/2).
KELOLA INVESTASI: Suasana di depan gedung Bank Badan Pengelola Investasi Danantara di Cikini, Jakarta, Senin, (25/2).

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Investasi ditempatkan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi dengan memperkuat peran Danantara sebagai badan pengelola investasi strategis negara.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu.

Febrio memaparkan, belanja modal BUMN diperkirakan menyumbang porsi signifikan pada 2025.

”Dari sisi Capex BUMN setidaknya berkontribusi sekitar 5%–6% (terhadap PDB) tiap tahunnya. Tahun 2025, estimasi Capex BUMN mencapai Rp 380 triliun, sementara Capex dari APBN sekitar Rp 490 triliun,” ujar Febrio.

Selain meningkatkan belanja modal BUMN lewat konsolidasi di bawah Danantara, pemerintah juga menyiapkan fasilitas pembiayaan untuk mendukung ekspansi investasi.

Menurut Febrio, rencana penempatan dana sekitar Rp200 triliun di perbankan Himbara dan BSI sebagai upaya menurunkan biaya dana perbankan dan memperkuat ruang fiskal bagi investasi jangka panjang.

”Per tanggal 22 Oktober ini sudah Rp167,6 triliun tersalurkan,” tambah Febrio.

Febrio melanjutkan, peran Danantara akan terfokus pada investasi bernilai tambah tinggi, seperti hilirisasi sumber daya alam infrastruktur manufaktur bernilai tambah dan ekonomi digital.

Pemerintah berharap konsentrasi ini tidak hanya mendorong pertumbuhan kuantitas investasi melainkan juga meningkatkan kualitas dan penciptaan lapangan kerja.

Febrio juga menegaskan, meskipun porsi BUMN akan diperkuat, peran investasi swasta tetaplah menjadi kontributor utama dalam struktur perekonomian nasional.

”Yang berbeda di era Presiden Prabowo, beliau ingin melihat BUMN kita jauh lebih optimal. Tapi pada akhirnya, investasi swasta tetap akan menjadi dominan,” kata Febrio.

Melalui kebijakan fiskal dukungan pembiayaan dan tata kelola investasi yang diperkuat melalui Danantara, pemerintah optimistis dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif serta menjaga keberlanjutan fiskal.

Febrio berharap investasi yang tepat sasaran akan meningkatkan produktivitas memanfaatkan bonus demografi dan menumbuhkan lapangan kerja berkualitas.

”Dengan investasi yang tepat sasaran dan fiskal yang kuat, pertumbuhan ekonomi kita bisa lebih berkualitas dan inklusif,” katanya. (*/ign)

Editor : Gunawan.
#investasi #Danantara