Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Sekolah Rakyat Putus Rantai Kemiskinan lewat Pendidikan

Gunawan. • Minggu, 2 November 2025 | 14:15 WIB
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama murid Sekolah Rakyat, Jalan Iskandar, Palangka Raya, Rabu (29/10).
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama murid Sekolah Rakyat, Jalan Iskandar, Palangka Raya, Rabu (29/10).

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah melanjutkan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui Program Sekolah Rakyat yang dirancang khusus untuk anak-anak dari keluarga pra-sejahtera.

Program ini tidak hanya menitikberatkan pada capaian akademik melainkan juga pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab sebagai bekal hidup di masa depan.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini, menegaskan posisi program ini dalam peta kebijakan nasional.

Dalam kunjungannya ke salah satu lokasi percontohan Rini menyamakan pentingnya Sekolah Rakyat dengan peran sentral dalam membangun kualitas SDM bangsa.

”Sekolah rakyat adalah jantung dari program Bapak Presiden untuk meningkatkan kualitas SDM di Indonesia. Karena di sinilah fondasi manusia dibangun, di sinilah generasi penerus belajar tentang arti kerja keras, tanggung jawab, dan cinta kepada negeri,” ujarnya.

Keberadaan Sekolah Rakyat merupakan hasil sinergi lintas instansi pemerintah pusat dan daerah serta dukungan sektor swasta dan masyarakat.

Program tersebut dilaporkan telah beroperasi di 166 titik se-Indonesia sebagai gelombang pengembangan tahun berjalan. Menjangkau ribuan siswa dan puluhan ratusan tenaga pendidik.

Pengaturan tata kelola serta mekanisme keberlanjutan mendapat perhatian khusus agar program tidak berhenti sebagai proyek sementara.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menekankan, dimensi pemberdayaan keluarga dalam program ini.

Menurutnya, ketika anak menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat dan berhasil menyelesaikan pendidikan maka keluarga dapat meningkat kesejahteraannya sehingga ketergantungan terhadap bantuan sosial berkurang.

”Ketika anaknya lulus sekolah, keluarganya juga naik kelas. Artinya, kalau anaknya sudah menamatkan pendidikan di Sekolah Rakyat, orang tuanya tak lagi menerima bansos karena sudah mandiri,” kata Gus Ipul.

Secara operasional, Sekolah Rakyat menampilkan model sekolah berasrama dan layanan terpadu yang dilengkapi kurikulum untuk pendidikan formal sekaligus pembelajaran keterampilan hidup dan karakter. (*/ign)

Editor : Gunawan.
#Menteri Sosial (Mensos) #Sekolah Rakyat #rantai kemiskinan