SOLO, radarsampit.jawapos.com - Kabar duka menyelimuti Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat usai kabar wafatnya Kanjeng Sinuhun Paku Buwono (PB) XIII pada Minggu (2/11) pagi menyebar luas di kalangan masyarakat Solo.
Sejak berita itu beredar, suasana di dalam kompleks keraton tampak berubah muram.
Para abdi dalem dan kerabat kerajaan segera berdatangan ke kawasan Kedhaton Kasunanan untuk memastikan kabar kepergian sang raja.
Kabar duka tersebut dibenarkan oleh salah satu kerabat Keraton Surakarta, KPH Dani Nur Adiningrat. Dalam pesannya kepada Jawa Pos Radar Solo, ia menuliskan kalimat singkat penuh kesedihan:
"Nyuwun pandonganipun njih," tulis KPH Dani, menandakan duka mendalam atas berpulangnya Sinuhun PB XIII.
Jenazah Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIII, rencananya akan dimandikan terlebih dahulu di masjid dalam keraton, yaitu Masjid Pujasumo (atau Pujosono), sebelum disemayamkan di Pendapa Sasana Sewaka.
Informasi tersebut disampaikan oleh adik almarhum, KGPH Suryo Wicaksono atau Gusti Nino, melalui kanal YouTube Pesanggragan Langenharjo.
“Sebelum disemayamkan di depan Prabayasa, jenazah akan dimandikan terlebih dahulu di masjid dalam Keraton, yakni Pujosono,” ujar Gusti Nino, Minggu (2/11/2025).
Usai prosesi pemandian, jenazah akan disemayamkan di Pendapa Keraton.
Selama masa penyemayaman, para pelayat dan masyarakat diperbolehkan hadir untuk memberikan doa dan penghormatan terakhir.
"Bagi yang ingin menyampaikan doa dan belasungkawa dipersilakan datang malam ini. Secara adat, jenazah masih berada di peti terbuka," tambahnya. (jpg)
Editor : Slamet Harmoko