Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Program MBG, Satu Tahun Menyentuh Jutaan Perut dan Menggerakkan Ekonomi Lokal

Gunawan. • Jumat, 24 Oktober 2025 | 15:25 WIB
Badan Gizi Nasional saat mengecek salah satu dapur Makan Bergizi Gratis.
Badan Gizi Nasional saat mengecek salah satu dapur Makan Bergizi Gratis.

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Setahun setelah dimulainya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka, pemerintah memaparkan capaian besar di bidang gizi dan dampak ekonomi yang menyertai pelaksanaan program tersebut.

Program MBG yang dimulai pada Januari 2025 dilaporkan telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat dan membentuk jaringan layanan gizi di berbagai daerah.

Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan, hingga 20 Oktober 2025 lebih dari 12.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aktif dan program ini sudah menyentuh 36,7 juta lebih penerima antara lain anak PAUD, siswa SD-SMA, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna menekankan peran MBG pada capaian kesejahteraan rakyat dan angka makro ekonomi yang dilaporkan turun.

”Sementara dari sisi kesejahteraan rakyat, tingkat kemiskinan nasional menurun menjadi 8,47 persen, tingkat pengangguran terbuka juga turun menjadi 4,76 persen,” ujar Presiden.

Soal distribusi makanan, pemerintah melaporkan jumlah porsi yang sudah dibagikan sangat besar.

Total porsi yang tersalurkan sejak awal pelaksanaan diperkirakan mencapai sekitar 1,3–1,4 miliar porsi makanan.

Dalam satu kesempatan Prabowo mengomentari juga soal insiden kecil yang terjadi.

”1,4 miliar porsi yang sudah dibagikan, yang keracunan makan 8.000 kurang lebih. Jadi, kalau diambil statistik adalah 0,0007 atau 0,0008 artinya program ini 99,99% berhasil,” katanya.

Pemerintah menyoroti pula efek berganda MBG terhadap ekonomi desa. Program tersebut MBG melibatkan ribuan pelaku usaha lokal.

Sebanyak 18.895 UMKM, koperasi, dan BUMDes terlibat dalam rantai pasok MBG, sehingga membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja lokal.

Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan, MBG bukan sekadar program makan siang melainkan bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia.

”Capaian lebih dari 12.500an SPPG aktif ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan Program MBG berjalan efektif dan merata. Setiap SPPG berperan penting sebagai dapur komunitas yang mengolah dan menyalurkan makanan bergizi dengan standar keamanan dan higienitas yang ketat,” kata Dadan.

Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengatakan, MBG sebagai bentuk keberpihakan negara kepada masyarakat kecil dan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

”Program MBG adalah bentuk nyata keberpihakan negara kepada rakyat kecil. Ini investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi Indonesia yang sehat dan kuat menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Misbakhun. (*/ign)

Editor : Gunawan.
#Makan Bergizi Gratis (MBG)