Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Daerah 3T Jadi Sasaran Utama Program MBG untuk Wujudkan Keadilan Sosial

Gunawan. • Senin, 20 Oktober 2025 | 13:35 WIB
Ilustrasi menyiapkan makan bergizi gratis (MBG). (JAWA POS)
Ilustrasi menyiapkan makan bergizi gratis (MBG). (JAWA POS)

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Memasuki tahun pertama masa pemerintahan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditempatkan sebagai prioritas untuk menjawab masalah gizi di wilayah terdepan terpencil dan terluar (3T).

Inisiatif ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan asupan nutrisi tetapi juga untuk menggerakkan ekonomi mikro di daerah-daerah yang selama ini minim akses layanan.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa fokus program diarahkan pada wilayah dengan kerawanan gizi dan angka stunting yang masih tinggi.

”Wilayah 3T menjadi prioritas karena layanan gizi di daerah tersebut sangat kritis,” ujarnya.

Program MBG diharapkan akan membuka peluang kerja lokal, sekaligus memperkuat rantai pasok pangan berbasis komoditas setempat.

Sebagai langkah pelaksanaan, pemerintah membentuk 141 gugus tugas untuk mempercepat pendirian Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lokasi sasaran.

Sampai saat ini, tercatat 806 titik memenuhi syarat untuk pembangunan dapur MBG.

Dari jumlah itu, sebanyak 264 dapur direncanakan dibangun oleh Kementerian PUPR, sementara 542 unit lainnya menjadi tanggung jawab Badan Gizi Nasional.

Data tersebut menjadi dasar perencanaan logistik dan alokasi sumber daya di lapangan.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan, program MBG bukan sekadar program bantuan, tetapi bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan yang menegaskan kehadiran negara di wilayah pinggiran.

”Fokus percepatan pengembangan SPPG dipusatkan pada wilayah 3T dan daerah PLBN (Pos Lintas Batas Negara),” kata Dody.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Gizi IPB University Hardinsyah menilai, SPPG bisa menjadi katalis ekonomi lokal karena kebutuhan dapur akan menyerap produksi petani nelayan dan peternak setempat.

”Jika ada lima SPPG di satu kecamatan, maka enam bulan sebelum pendirian, para petani dan nelayan harus mulai menyiapkan produksi sesuai permintaan,” jelasnya.

Pelaksanaan MBG juga didukung kerja sama riset dan penguatan kapasitas lembaga terkait termasuk inisiatif pusat keunggulan (Centre of Excellence) untuk program MBG yang melibatkan instansi pemerintah lembaga penelitian dan mitra internasional guna memastikan intervensi berbasis bukti serta desain menu bergizi yang layak dan berkelanjutan. (*/ign)

Editor : Gunawan.
#Makan Bergizi Gratis (MBG) #Daerah 3 T