JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menyelenggarakan rapat konsolidasi regional di Sentul International Convention Center Kabupaten Bogor sebagai langkah memperkuat implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjelang satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran.
Acara yang digelar pada 13 Oktober itu dihadiri sekitar 8.000 peserta, termasuk kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ahli gizi, mitra pelaksana, dan perwakilan yayasan dari Jawa Barat DKI Jakarta dan Banten.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan, konsolidasi ini bertujuan memperketat pengawasan dan menjaga mutu menu yang disajikan kepada penerima manfaat.
”Kami ingin tata kelola MBG lebih kuat pengawasan lebih ketat dan mutu makanan terjaga sehingga nutrisi yang diberikan benar-benar seimbang dan aman,” kata Dadan saat membuka kegiatan.
Pernyataan resmi juga menyebutkan BGN menyiapkan pengadaan rapid test makanan bekerja sama dengan 10 hingga 12 vendor untuk menjamin keamanan produksi di SPPG.
Sebagai upaya memperbaiki praktik produksi, BGN menggandeng Indonesian Chef Association yang menurunkan ribuan juru masak profesional untuk pendampingan di lapangan.
Total sekitar 5.000 chef profesional akan dilibatkan untuk melatih dan membimbing juru masak SPPG, mulai dari pemilihan bahan baku hingga teknik pengolahan dan distribusi makanan agar sesuai standar.
Dadan menegaskan perlunya inspeksi terpadu antarwilayah dan pemenuhan dokumen higienis.
Oleh karena itu, semua SPPG diwajibkan memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan diberi tenggat waktu satu bulan untuk melengkapinya.
SPPG yang gagal memenuhi syarat berisiko ditutup sementara sampai perbaikan dilakukan.
”Pelaksanaan harus berdampak positif bagi anak anak mulai dari balita hingga remaja,” ujar Dadan.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menegaskan komitmen daerah untuk mengawal program tersebut.
”Program MBG adalah program pusat yang kami dukung penuh dan kita wajib hadir untuk memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai SOP,” kata Jenal. (*/ign)
Editor : Gunawan.