JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto menempatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program Sekolah Rakyat sebagai kebijakan prioritas yang tidak hanya bertujuan memperbaiki kualitas sumber daya manusia tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal serta memperkuat ketahanan nasional.
Kebijakan ini dijalankan dalam kerangka ekonomi yang menekankan pertumbuhan sekaligus pemerataan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, kebijakan ekonomi pemerintah berakar pada gagasan yang menekankan pertumbuhan tinggi pemerataan manfaat dan stabilitas nasional yang sering dikaitkan dengan konsep Sumitronomics.
Menurut Purbaya program MBG dan Sekolah Rakyat disusun agar berdampak berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat sambil memicu permintaan pada rantai pasok pangan lokal dan sektor usaha mikro kecil dan menengah.
”Program MBG dan Sekolah Rakyat adalah bukti keberpihakan presiden pada rakyat sekaligus strategi untuk pemerataan dan menjaga stabilitas negara,” kata Purbaya.
Pemerintah berharap efek berganda (multiplier effect) dari program ini mendorong produksi pangan lokal menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan daya beli di tingkat desa dan kota kecil.
Namun, para pengamat dan beberapa laporan menyorot tantangan pelaksanaan terutama dalam hal pendanaan dan cakupan program di lapangan.
Pengamat kebijakan publik Jusuf Wanandi turut memberi catatan positif terhadap potensi ekonomi MBG asalkan pelaksanaannya dikelola serius.
”Jika dikelola dengan baik program ini punya peluang menjadi motor pertumbuhan baru yang menguatkan ekonomi nasional,” tulis Jusuf dalam analisanya.
Di sisi teknis pelaksanaan, pemerintah diminta memastikan proses pengadaan bahan makanan pengelolaan catering unit dan distribusi berjalan sesuai standar sanitasi dan efisiensi anggaran.
Transparansi alokasi dana pelatihan pengelola serta pengembangan UMKM pemasok lokal juga disebut kunci agar MBG tidak hanya menjadi belanja sosial tetapi juga investasi produktif jangka panjang.
Para pihak yang terlibat diharapkan melakukan evaluasi berkala dan membuka data capaian agar masyarakat dapat mengawal kualitas pelaksanaan.
Jika dikelola dengan baik dan diawasi ketat program MBG dan Sekolah Rakyat berpotensi memberi dua keuntungan sekaligus, yakni memperbaiki status gizi dan kapasitas belajar anak serta menggerakkan roda perekonomian lokal sehingga turut memperkuat ketahanan nasional. (*/ign)
Editor : Gunawan.