JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah pusat dan daerah terus menyalurkan berbagai bantuan di Papua dengan tujuan sama yaitu mendorong kemandirian ekonomi keluarga, memperkuat ketahanan pangan, serta membuka ruang usaha baru bagi masyarakat di tingkat lokal.
Intervensi yang diberikan beragam mulai dari pakan ikan untuk budidaya, persediaan barang dagangan untuk kios masyarakat, sampai pelatihan keterampilan bagi perempuan di beberapa kabupaten.
Di Merauke, Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan menyalurkan pakan untuk kelompok pembudidaya ikan air tawar yang berasal dari komunitas Orang Asli Papua (OAP).
Menurut keterangan pejabat dinas, sumber pendanaan program ini berasal dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2025 dan diarahkan untuk meningkatkan produksi serta mendukung ketersediaan pangan lokal.
Kepala Dinas menjelaskan tujuan bantuan tersebut dengan kata-kata langsung yang disampaikan saat kegiatan.
”Program pemberian pakan ini kami rancang untuk mengangkat ekonomi OAP sekaligus memastikan pasokan pangan melalui budidaya ikan air tawar,” ujar Paino saat kegiatan di Merauke.
Perwakilan kelompok peternak ikan setempat juga memaparkan dampak nyata bantuan itu.
”Dengan bantuan ini, beban biaya pakan berkurang, pendapatan kami meningkat dan usaha jadi lebih berkelanjutan,” kata Alex Womsiwor, Ketua Kelompok Ternak Budidaya Ikan Mina Ottow PKB GKI Ottow Merauke.
Di Kabupaten Nduga, tahap akhir pembangunan kios masyarakat di Kampung Koteka, Distrik Kenyam, dilengkapi dengan penyaluran barang dagangan yang akan menjadi modal awal operasional kios secara swadaya.
Program ini dipandang sebagai salah satu upaya membuka akses ekonomi dan memperkuat kemandirian warga di wilayah terpencil.
Tokoh masyarakat setempat menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah.
”Atas nama Suku Besar Nduga kami berterima kasih, kini ada ruang untuk berdagang dan langkah menuju kemandirian,” kata Elimus Wandikbo.
Sementara itu, di Sorong, Kabupaten Sorong (Papua Barat Daya), puluhan perempuan Moi mengikuti pelatihan tata boga yang diinisiasi oleh organisasi setempat.
Kegiatan ini ditujukan untuk memberi bekal keterampilan yang bisa dikembangkan menjadi usaha rumahan sehingga meningkatkan pendapatan keluarga.
Tokoh perempuan setempat menegaskan pentingnya keterampilan tersebut untuk membuka peluang usaha seperti pembuatan kue musiman yang bisa menjadi sumber pendapatan keluarga.
”Perempuan Moi perlu keterampilan praktis agar bisa menambah penghasilan keluarga; dari kue Natal bisa tumbuh usaha rumahan,” ujar Sarlota Mobalen Malagam. (*/ign)
Editor : Gunawan.