Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Sinergi Aparat dan Warga Jaga Ekspresi Publik Tetap Aman dan Damai

Gunawan. • Sabtu, 27 September 2025 | 15:23 WIB
Pendemo memberikan bunga untuk disampaikan ke Bupati Kotim Halikinnor usai menandatangani berita acara dan poin tuntutan demo, di depan Gedung DPRD Kotim, Senin (1/9/2025). (Oes/Radar Sampit
Pendemo memberikan bunga untuk disampaikan ke Bupati Kotim Halikinnor usai menandatangani berita acara dan poin tuntutan demo, di depan Gedung DPRD Kotim, Senin (1/9/2025). (Oes/Radar Sampit

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Hubungan yang hangat antara warga dan aparat keamanan kembali terlihat dalam sejumlah aksi publik belakangan ini.

Berbagai unjuk rasa di beberapa wilayah menunjukkan bahwa aspirasi masyarakat bisa disampaikan secara tertib, damai, dan berlandaskan rasa kebersamaan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi menegaskan, pengamanan aksi dilakukan dengan prinsip kemanusiaan dan pelayanan.

Menurutnya, aparat memperlakukan peserta demo sebagai bagian dari bangsa yang berhak menyampaikan pendapat secara aman.

”Buruh dan Polri adalah mitra. Kita menjaga ketertiban dan kedamaian bersama. Doa bersama ini menunjukkan bahwa penyampaian pendapat dapat berlangsung secara tertib, damai, dan penuh kebersamaan,” kata Ade Ary.

Momentum menarik terjadi ketika massa buruh dan petugas kepolisian duduk berdampingan untuk menggelar doa atau selawat bersama di sela aksi.

Ade Ary dan pernyataan resmi humas kepolisian memandang momen itu sebagai penyejuk suasana dan bukti bahwa pendekatan humanis dapat mereduksi potensi ketegangan di lapangan.

Di Kalimantan Barat, Kapolda Irjen Pol Pipit Rismanto menegaskan pendekatan dialogis melalui program-program terstruktur seperti Jumat Curhat dan kegiatan serupa yang dirancang untuk menyerap aspirasi warga.

Menurut Pipit, kegiatan semacam ini berfungsi memperkuat ikatan emosional antara warga dan aparat sehingga partisipasi publik dalam demokrasi dapat berlangsung lebih inklusif.

”Kegiatan rutin ini memperkuat harmonisasi dan menjadi sarana agar penyampaian pendapat di muka umum tetap bermitra dan konstruktif,” ujar Pipit.

Sementara itu, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Samarinda Farid Wajdi mengapresiasi upaya aparat dalam mengawal kebebasan berpendapat.

Dia juga mengingatkan agar aparat selalu siap menangani situasi tak terduga dengan keputusan yang bijak.

Farid menekankan pentingnya pendekatan persuasif dan pembinaan kepada mahasiswa agar aksi berjalan damai dan konstruktif.

”Kami memberikan dorongan dan kepercayaan penuh kepada aparat untuk terus menjaga rasa aman. Evaluasi terus dilakukan agar penanganan di lapangan semakin baik,” tegasnya. (*/ign)

Editor : Gunawan.
#masyarakat #aspirasi #demonstrasi #polri