JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah memperkuat langkah strategis untuk mewujudkan swasembada pangan, terutama beras, pada tahun ini.
Program perluasan lahan tanam, pemanfaatan lahan tidur, serta percepatan pembangunan kawasan pangan disebut sebagai pilar utama yang dijalankan untuk menambah pasokan dan memperkuat ketersediaan pangan.
Deputi Bidang Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan Nani Hendiarti menyatakan keyakinannya bahwa target swasembada beras dapat dicapai dalam jangka dekat.
Menurut Nani, kombinasi kebijakan tersebut sudah mulai menunjukkan hasil nyata.
”Kalau kita bilang swasembada untuk komoditas beras, sudah bisa tahun ini dicapai,” ujarnya.
Pernyataan ini menegaskan optimisme pemerintah terhadap ketersediaan stok dan distribusi pangan.
Dari sisi angka produksi nasional, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memaparkan proyeksi sementara yang menggembirakan.
Produksi beras pada 2025 diperkirakan berada pada kisaran 33–34 juta ton, sehingga terjadi surplus sekitar 3,5 juta ton dibanding tahun lalu.
”Kita, berdasarkan hitungan sementara, produksi beras sekitar 33 atau 34 juta ton, surplus 3 sekian juta ton,” kata Sudaryono, yang menilai kondisi itu membuat impor beras tidak diperlukan jika skenario berjalan sesuai rencana.
Guna meningkatkan produktivitas di tingkat daerah, sejumlah pemerintah provinsi menjalankan strategi intensifikasi.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menyampaikan upaya meningkatkan frekuensi panen dari dua menjadi tiga kali setahun melalui penerapan teknologi dan demplot percontohan.
”Hari ini kita panen 6,2 ton per hektare. Alangkah baiknya jika di Kaltim bisa tiga kali panen per tahun dengan rata-rata 6,2 ton per hektare,” ujarnya, mencontohkan hasil demplot yang diharapkan direplikasi lebih luas.
Lebih lanjut dikatakan, pemerintah meninjau stok beras nasional dan mengoptimalkan mekanisme distribusi agar pasokan merata ke seluruh wilayah.
Laporan pemerintah mencatat stok tertentu per pertengahan tahun yang menjadi salah satu indikator daya dukung menuju swasembada. (*/ign)
Editor : Gunawan.