Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Dampak Banjir Bali, 14 Tewas dan 2 Hilang, Kementerian PU Fokus Pulihkan Jalan Nasional

Farid Mahliyannor • Kamis, 11 September 2025 | 20:03 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) turun tangan melakukan langkah tanggap darurat banjir di Bali. (Dok Kementerian Pekerjaan Umum)
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) turun tangan melakukan langkah tanggap darurat banjir di Bali. (Dok Kementerian Pekerjaan Umum)

Radarsampit.jawapos.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan alat berat dan tim tanggap darurat untuk mempercepat penyurutan air serta membuka kembali akses jalan nasional yang sempat lumpuh pada Rabu (10/9).

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan komitmennya dalam menangani bencana di berbagai daerah.

"Kami terus memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan masyarakat terdampak. Kementerian PU akan memberikan dukungan penuh dalam menangani dampak banjir di Bali," ujar Menteri Dody, Kamis (11/9).

Pantauan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida menunjukkan ketinggian air di Waduk Muara yang sebelumnya mencapai 190 cm kini turun menjadi 130 cm. Kondisi ini menandakan situasi banjir mulai terkendali.

Kementerian PU menurunkan personel siaga 24 jam lengkap dengan alat berat dan bahan banjiran. Identifikasi lanjutan juga dilakukan untuk mengecek kondisi infrastruktur di lapangan.

Selain itu, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jatim-Bali bekerja sama dengan TNI-Polri mengoperasikan delapan pompa eksisting secara bergilir, ditambah dua pompa mobile untuk mempercepat penyurutan genangan air. 

Pembersihan material banjir juga dilakukan di berbagai titik agar arus lalu lintas segera pulih.

Ruas Jalan Nasional yang Sudah Bisa Dilalui

Sejumlah jalan strategis yang sempat terendam banjir kini mulai bisa dilalui. Beberapa di antaranya:

Baca Juga: Enam Kabupaten di Kalteng Rawan Banjir

Korban Jiwa dan Dampak Banjir di Bali

Bencana banjir besar melanda Bali. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 14 orang meninggal dunia, sementara dua orang lainnya masih dalam pencarian.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mencatat lebih dari 120 titik banjir tersebar di berbagai wilayah.

Kota Denpasar menjadi daerah paling terdampak dengan 81 titik banjir. Disusul Kabupaten Gianyar 14 titik, Badung 12 titik, Tabanan 8 titik, Karangasem 4 titik, Jembrana 4 titik, serta Klungkung di Kecamatan Dawan.

Tak hanya banjir, tanah longsor juga dilaporkan melanda beberapa wilayah. Yakni Karangasem 12 titik longsor, Gianyar 5 titik longsor, dan Badung 1 titik longsor.

Korban Jiwa Tersebar di Beberapa Kabupaten

BNPB mencatat korban meninggal terbanyak berada di Kota Denpasar dengan 8 orang. Sementara itu, Gianyar mencatat 3 korban jiwa, Jembrana 2 orang, dan Badung 1 orang. Dua warga yang hingga kini masih hilang juga berasal dari Denpasar.

Banjir memaksa ratusan warga meninggalkan rumah. Untuk sementara, fasilitas umum seperti sekolah, balai desa, musala, dan banjar dimanfaatkan sebagai tempat pengungsian.

BNPB mencatat total 562 orang mengungsi. Dengan rincian, 327 warga di Jembrana dan 235 warga di Denpasar. (jpg)

Editor : Farid Mahliyannor
#bencana #banjir #bali #kementeria pupr