Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Percepat Swasembada dengan Teknologi, Combine Harvester Bawa Efisiensi

Gunawan. • Minggu, 7 September 2025 | 16:45 WIB
PERCEPAT SWASEMBADA: Teknologi Combine Harvester jadi andalan Purwakarta untuk mempercepat Panen Raya.
PERCEPAT SWASEMBADA: Teknologi Combine Harvester jadi andalan Purwakarta untuk mempercepat Panen Raya.

PURWAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Upaya pemerintah menggenjot swasembada pangan terus diintensifkan melalui adopsi teknologi pertanian.

Di Purwakarta, langkah nyata diwujudkan lewat distribusi alat panen modern yang diharapkan meningkatkan produktivitas sekaligus memangkas biaya produksi petani.

Pemkab Purwakarta menerima bantuan combine harvester dari Kementerian Pertanian sebagai bagian dari program peningkatan kapasitas pertanian daerah.

Dukungan alat ini dimaksudkan untuk memperpendek waktu panen, mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual, dan menekan pengeluaran petani.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein (Om Zein), menyatakan mesin panen itu mampu memangkas biaya panen secara signifikan sekaligus meringankan beban kerja petani.

”Efisiensi luar biasa! Biaya panen bisa ditekan hingga setengahnya. Selain itu, ini adalah jawaban atas tantangan kelangkaan tenaga kerja pertanian,” ujarnya saat penyerahan alat secara simbolis kepada kelompok tani.

Combine harvester dikenal sebagai “transformer” di sektor pertanian karena menggabungkan tiga fungsi dalam satu proses: memotong, merontokkan, dan menampi padi.

Untuk lahan seluas satu hektar, penggunaan mesin ini biasanya hanya memerlukan waktu 2–3 jam, jauh lebih singkat dibandingkan panen manual yang dapat menghabiskan satu hari penuh atau lebih.

Plt Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Purwakarta, Hadianto Purnama, mengatakan combine harvester juga diterapkan pada panen padi varietas Inpari (yang dikelola melalui UPTD Perbenihan) di lahan seluas sekitar 1,2 hektare.

Ia menyampaikan bahwa alat tersebut baru tiba beberapa waktu lalu dan dapat dimanfaatkan oleh petani, termasuk melalui mekanisme peminjaman.

Menurut data yang dipaparkan Dinas terkait, produksi padi Purwakarta sudah menunjukkan surplus.

Hingga Agustus 2025, angka produksi dilaporkan mencapai sekitar 170 ribu ton, dan puncak panen diperkirakan berlangsung pada pekan kedua September 2025.

Kondisi ini memperkuat optimisme daerah dalam memperkuat ketahanan pangan lewat teknologi.

Para petani menyambut baik kehadiran combine harvester karena diharapkan menurunkan biaya produksi dan meningkatkan hasil bersih panen.

Pemerintah daerah menilai inovasi mekanisasi seperti ini bukan sekadar alat, tetapi juga simbol komitmen menuju pertanian modern yang berdaya saing dan berkelanjutan. (*/ign)

Editor : Gunawan.
#swasembada pangan #teknologi pertanian #Combine Harvester