Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Semoga KPK Tak Masuk Angin, Momen Jubir KPK Dikalungi Rentengan Jamu Tolak Angin

Slamet Harmoko • Selasa, 2 September 2025 | 12:34 WIB
Warga Pati unjuk rasa di KPK, kalungkan obat tolak angin kepada jubir KPK sebagai simbol dukungan penyidikan Bupati Sudewo. (Istimewa)
Warga Pati unjuk rasa di KPK, kalungkan obat tolak angin kepada jubir KPK sebagai simbol dukungan penyidikan Bupati Sudewo. (Istimewa)

Radarsampit.jawapos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima kedatangan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dalam agenda audiensi.

Pertemuan tersebut berlangsung bersamaan dengan aksi demonstrasi ratusan warga Pati yang digelar di halaman Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Senin (1/9).

Dalam sebuah video yang tersebar di media sosial, tampak salah seorang perwakilan AMPB mengalungkan obat herbal tolak angin kepada juru bicara KPK, Budi Prasetyo.

Tindakan simbolis itu dilakukan sebagai pesan agar KPK tetap teguh dan tidak goyah dalam mengusut dugaan korupsi yang menyeret nama Bupati Pati, Sudewo.

Sudewo diduga terlibat dalam perkara dugaan korupsi proyek pembangunan rel kereta api saat dirinya masih menjabat sebagai Anggota DPR RI.

“Kami serahkan dulu obat masuk angin, kami serahkan antangin, supaya KPK tidak masuk angin,” ujar salah satu perwakilan warga Pati ketika memberikan pengalungan tersebut.

Masyarakat berharap lembaga antirasuah tetap independen dalam menyelidiki perkara yang diduga melibatkan Sudewo.

“Biar tetap tegak lurus pro rakyat. Rakyat Pati bersama kalian,” tambahnya.

Sementara itu, juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa penyidikan terhadap Bupati Pati Sudewo dalam kasus dugaan korupsi di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan masih berlanjut. Ia menekankan KPK bekerja secara profesional dalam menangani perkara ini.

“Selanjutnya, kami juga perlu menyampaikan terkait salah satu poin yang menjadi perhatian masyarakat Pati mengenai penanganan perkara yang menyangkut saudara SDW. Kami pastikan kepada seluruh masyarakat Pati bahwa penyidikan kasus tersebut masih berjalan, dan kami jamin prosesnya tidak berhenti,” ungkap Budi ketika menemui massa di depan Gedung Merah Putih KPK, Senin (1/9).

Budi memastikan, KPK membuka ruang partisipasi publik dalam proses hukum ini. Ia menegaskan, masyarakat dapat menyampaikan informasi tambahan yang bisa memperkaya penyidikan KPK.

“Kepada bapak ibu dan teman-teman sekalian masyarakat Pati, jika ada informasi tambahan yang kiranya dapat menjadi pengayaan bagi KPK dalam penanganan perkara tersebut tentu kami terbuka, kami sangat terbuka menerima saran dan masukan yang dapat mendukung penanganan perkara tersebut,” ucapnya.

Menurut Budi, prinsip kehati-hatian menjadi kunci dalam setiap proses hukum, khususnya terkait dengan pengumpulan bukti maupun pendalaman perkara.

“Dalam proses penyidikan perkara tersebut tentu butuh kecermatan dalam melakukan pendalaman maupun pengumpulan barang bukti, sehingga kami ingin memastikan bahwa seluruh proses penegakan hukum dalam perkara itu dilakukan secara profesional dan taat terhadap asas-asas hukum,” tegasnya.

Lebih lanjut, KPK mengapresiasi kehadiran warga Pati yang datang langsung ke Gedung Merah Putih. Budi berpesan agar warga menjaga ketertiban dalam menyampaikan aspirasi.

“Sekali lagi kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Pati, baik yang berkesempatan datang langsung di Gedung KPK Merah Putih maupun masyarakat Pati lainnya yang dalam kesempatan kali ini belum bisa bergabung bersama rekan-rekan di pelataran Gedung Merah Putih ini,” pungkasnya. (jpg)

Editor : Slamet Harmoko
#masuk angin #kpk #tolak angin