JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 naik menjadi 5,12 persen secara tahunan (yoy).
Angka ini lebih tinggi dibandingkan kuartal I 2025 dan juga melebihi capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, merinci bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp5.947 triliun, sementara atas dasar harga konstan (ADHK) berada di Rp3.396,3 triliun.
Edy menuturkan, konsumsi rumah tangga menjadi pendorong utama, berkontribusi 2,64 persen terhadap pertumbuhan.
Disusul pembentukan modal tetap bruto (investasi) yang menyumbang 2,06 persen.
Dari sisi periode ke periode, ekonomi tumbuh 4,04 persen pada kuartal II, berbalik dari kontraksi 0,98 persen pada kuartal I.
Edy menilai hasil tersebut konsisten dengan pola musiman dan mulai mencerminkan efektivitas kebijakan yang dijalankan pemerintah.
”Capaian ini menjadi bukti bahwa kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam menggenjot sektor produktif mulai menampakkan hasil,” ujarnya.
Respons pasar tercermin pada pergerakan bursa. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa (5/8) ditutup menguat 50,54 poin atau 0,68 persen ke level 7.515,19, dengan nilai transaksi mencapai Rp18,46 triliun.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menambahkan, lonjakan ekspor turut mendukung laju pertumbuhan.
Menurutnya, pelaku usaha meningkatkan aktivitas ekspor menjelang perubahan tarif impor AS yang akan berlaku pada 7 Agustus.
Pemerintah akan terus memantau dampak kebijakan eksternal tersebut agar momentum pertumbuhan tetap terjaga pada kuartal berikutnya. (*/ign)
Editor : Gunawan.