Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Perkuat Peran Balai Latihan Kerja sebagai Solusi Mitigasi PHK

Gunawan. • Kamis, 24 Juli 2025 | 18:30 WIB
Ilustrasi pekerja swasta (Frizal/Jawa Pos)
Ilustrasi pekerja swasta (Frizal/Jawa Pos)

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Menanggapi ketidakpastian ekonomi global dan potensi meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK), Pemerintah Republik Indonesia memperkuat peran Balai Latihan Kerja (BLK).

Balai tersebut menjadi pusat pelatihan vokasi demi menjaga produktivitas dan kompetensi tenaga kerja.

Inisiatif ini menjadi tulang punggung kebijakan jangka menengah untuk menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan berkelanjutan.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer, menegaskan komitmen pemerintah dalam memaksimalkan fungsi BLK.

”Kami akan terus meningkatkan kapasitas BLK dan memastikan perusahaan mematuhi standar K3 serta memberikan jaminan sosial bagi pekerja,” ujar Immanuel.

Sejalan dengan itu, Program Kartu Prakerja juga diperluas untuk memberi akses pelatihan daring bagi pekerja yang terdampak PHK, pencari kerja, dan masyarakat umum.

Peserta dapat memilih modul pelatihan teknologi digital, manajemen, hingga kewirausahaan.

Melalui Kartu Prakerja, lulusan program diharapkan dapat segera kembali bersaing di pasar kerja.

Tak hanya pelatihan, pemerintah juga menyelenggarakan skema pendampingan wirausaha mandiri.

Fasilitas ini mencakup pelatihan bisnis, coaching intensif, serta akses pembiayaan mikro dengan bunga ringan. Strategi ini diharapkan menumbuhkan pelaku UMKM baru sekaligus menyerap tenaga kerja, sehingga menekan angka pengangguran.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Sarif Abdillah, mendukung penuh upaya peningkatan peran BLK.

”BLK harus dioptimalkan untuk menghasilkan tenaga kerja siap pakai. Link and match antara sekolah vokasi dan industri perlu diperkuat agar lulusan mudah terserap,” tegas Sarif.

Dalam periode penyesuaian setelah PHK, pemerintah juga menyalurkan bansos bersifat temporer—mulai dari bantuan pangan hingga bantuan tunai langsung—dengan mekanisme DTSEN untuk menjamin tepat sasaran.

Dengan mengintegrasikan pelatihan vokasi, pengembangan kewirausahaan, dan perlindungan sosial, pemerintah berharap para pekerja terdampak PHK tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi tulang punggung daya saing nasional di era transformasi digital. (*/ign)

Editor : Gunawan.
#Balai Latihan Kerja (BLK) #phk #pekerja