JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah terus mempercepat pemenuhan akses listrik hingga ke wilayah yang belum teraliri.
Dalam Diseminasi Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034, Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman P. Hutajulu mengungkapkan bahwa masih terdapat sekitar 780.000 rumah tangga di Indonesia tanpa aliran listrik.
”Masih ada saudara-saudara kita yang belum tersentuh listrik, padahal pembangunan infrastruktur telah berlangsung masif,” kata Jisman.
Sebagai solusi, pemerintah mengalokasikan roadmap Program Listrik Desa (Lisdes) dengan total anggaran sekitar Rp50 triliun. Program ini menargetkan elektrifikasi 5.700 desa yang belum terlayani PLN.
”Kami ingin memastikan desa-desa yang belum dilistriki PLN segera menikmati aliran listrik yang andal dan berkelanjutan,” jelas Jisman.
Jisman juga menekankan pentingnya subsidi listrik bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
”Pemerintah berkomitmen agar subsidi tepat sasaran, khususnya bagi warga 3T yang belum memiliki akses listrik,” ujarnya.
Ke depan, program elektrifikasi akan dijalankan secara terintegrasi antar-kementerian untuk menjamin keberlanjutan layanan.
”Kami belajar dari tantangan program sebelumnya dan kini memprioritaskan kesinambungan pasokan listrik bagi masyarakat,” tambah Jisman.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa PLN bersama Kementerian ESDM memperluas cakupan perencanaan hingga level dusun.
”Kini kami menghitung kebutuhan untuk 10.068 desa dan dusun,” ungkap Darmawan saat rapat dengan Komisi XII DPR. Ia menambahkan bahwa investasi tambahan sekitar Rp 42,3 triliun diperlukan untuk mencapai target ini.
”Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah memberikan dukungan penuh,” tegas Darmawan.
Direktur Distribusi PLN Adi Priyanto turut menegaskan bahwa listrik merupakan kebutuhan primer dan mendukung cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
”Lewat program ini, kami mewujudkan sila kelima Pancasila,” kata Adi.
Sebagai contoh keberhasilan awal, PLN UID Kaltimra telah menyelesaikan jaringan listrik di sembilan desa, sehingga 275 keluarga kini menikmati pasokan listrik secara berkelanjutan. (*)
Editor : Gunawan.