Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Apotek dan Klinik Desa jadi Upaya Perluasan Akses Layanan Kesehatan

Gunawan. • Minggu, 8 Juni 2025 | 20:25 WIB
Ilustrasi apotek.
Ilustrasi apotek.

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah memperkuat pemerataan layanan kesehatan hingga ke daerah terpencil dengan membangun apotek dan klinik di desa/kelurahan sebagai bagian dari koperasi Desa Merah Putih.

Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ekonomi desa, serta menyediakan layanan kesehatan terjangkau dan berkualitas.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa lebih dari 50.000 desa akan terhubung ke jaringan 30.000 Poskesdes dan 20.000 Pustu yang diintegrasikan ke dalam sistem koperasi.

”Dengan sistem Kopdes Merah Putih, setiap desa akan memiliki akses langsung ke layanan kesehatan terpadu,” ujar Zulhas.

Apotek desa akan menyediakan layanan lengkap—skrining kesehatan, edukasi, imunisasi, pengobatan terbatas, hingga tes cepat di laboratorium—serta menjalankan program kuratif, promotif, dan preventif.

”Apotek desa akan melayani pengelolaan obat program HIV, TB, Malaria, dan lainnya, sekaligus memberikan konsultasi klinis,” ujar Zulhas.

Selain itu, apotek desa juga menawarkan produk komersial seperti obat resep dokter, obat bebas terbatas, herbal, vitamin, suplemen, dan alat kesehatan sederhana (termometer, kasa, plester), sehingga warga dapat memenuhi kebutuhan kesehatan sehari-hari di desa mereka.

”Program ini diharapkan meningkatkan kualitas hidup, menurunkan biaya kesehatan, dan mendorong perekonomian lokal melalui pembukaan lapangan kerja,” tegas Zulhas.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menambahkan bahwa apotek dan klinik desa menjadi ujung tombak sistem layanan kesehatan nasional.

”Apotek desa memperluas jangkauan layanan kesehatan hingga pelosok, sekaligus beroperasi secara komersial melalui koperasi,” jelas Budi.

Masing-masing unit apotek-klinik desa diperkirakan memerlukan investasi sekitar Rp 1 miliar.

Pemerintah telah mengalokasikan Rp 700 miliar untuk mendirikan 700 unit pada 2025.

Dengan infrastruktur yang ada, fokus berikutnya adalah memperkuat regulasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, dan mengintegrasikan sistem layanan berbasis koperasi.

”SDM dan aset sudah tersedia; kini tinggal menyatukan semua menjadi sistem pelayanan yang efisien dan memberdayakan,” kata Budi.

Program Apotek Desa diharapkan menyelesaikan persoalan akses layanan kesehatan di wilayah terpencil sekaligus membuka peluang ekonomi baru yang berbasis gotong royong dan kemandirian desa. (*)

Editor : Gunawan.
#pelayanan kesehatan #apotek #klinik desa