Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Dorong Pertumbuhan, Danantara Fokuskan Investasi pada Delapan Sektor Strategis

Gunawan. • Sabtu, 7 Juni 2025 | 13:10 WIB
Ilustrasi investasi.
Ilustrasi investasi.

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), pemerintah akan memprioritaskan penyaluran modal pada delapan sektor strategis untuk menciptakan nilai tambah berkelanjutan dan memperkuat perekonomian nasional.

Pernyataan ini disampaikan oleh Managing Director Finance BPI Danantara, Arief Budiman.

”Dividen dari BUMN akan diinvestasikan kembali oleh Danantara sehingga dapat menghasilkan nilai tambah sekaligus mendongkrak ekonomi nasional,” ujar Arief Budiman.

Danantara menargetkan total investasi mencapai US$ 5 miliar (sekitar Rp 81,4 triliun) pada paruh kedua tahun ini.

Dana tersebut akan dialokasikan ke sektor mineral dan hilirisasi, energi terbarukan, infrastruktur digital, layanan kesehatan, keuangan non-bank, utilitas (air dan limbah), kawasan industri, serta ketahanan pangan.

Arief menjelaskan, bahwa pemilihan delapan sektor ini tidak hanya mempertimbangkan potensi keuntungan finansial, tetapi juga dampaknya pada perekonomian Indonesia secara keseluruhan.

”Setiap keputusan investasi didasari tiga kriteria utama: kontribusi terhadap perekonomian nasional, potensi imbal hasil, dan peluang di sektor tersebut,” jelas Arief.

Laporan “OECD Economic Outlook” edisi Juni 2025 turut menyoroti peran Danantara. OECD merekomendasikan percepatan realisasi investasi publik melalui Danantara—dengan tetap menjunjung transparansi dan akuntabilitas—sebagai salah satu kunci untuk memperbaiki prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Di tengah upaya efisiensi belanja pemerintah, mekanisme investasi melalui Danantara dinilai sebagai instrumen strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan.

Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Sjahrir, menambahkan bahwa aspek komersialisasi dan tingkat pengembalian investasi menjadi pertimbangan utama dalam setiap penempatan dana.

”Bagi Danantara, yang terpenting adalah memastikan return on investment yang sehat dan komersialisasi proyek,” ujar Pandu.

Pandu juga mengungkapkan bahwa selain delapan sektor utama, Danantara sedang menjajaki peluang di bidang pusat data untuk kecerdasan buatan (AI) dan manufaktur semikonduktor canggih.

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai bahwa meski alokasi awal US$ 5 miliar relatif kecil untuk sebuah lembaga pengelola dana negara, langkah selektif Danantara pada sektor-sektor strategis sudah tepat.

”Hilirisasi harus menjadi prioritas karena berdampak besar pada transformasi industri nasional,” kata Wijayanto. (*)

Editor : Gunawan.
#pertumbuhan #investasi #Danantara