JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah kembali menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dengan meluncurkan lima paket insentif yang totalnya mencapai Rp24,44 triliun.
Langkah ini dirancang untuk memperkuat daya beli masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan global yang dinamis.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa kelima paket ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan solusi bagi rakyat di saat kondisi ekonomi dunia belum menentu.
”Kelima paket insentif ini adalah bukti keberpihakan pemerintah kepada masyarakat,” ujar Menkeu Sri Mulyani.
Kelima paket tersebut efektif diberlakukan pada 5 Juni 2025 dan dirancang agar manfaatnya dapat langsung dirasakan, terutama oleh kelompok yang paling rentan.
Pemerintah memberikan potongan harga signifikan pada sektor transportasi: diskon 30 persen untuk tiket kereta, pengurangan PPN sebesar 6 persen untuk tiket pesawat, serta diskon 50 persen bagi angkutan laut.
”Kami ingin masyarakat merasakan dampak langsung kebijakan ini, khususnya menjelang libur sekolah,” tambah Sri Mulyani.
Selain itu, ada juga diskon tarif tol sebesar 20 persen yang diperkirakan meringankan beban sekitar 110 juta pengguna jalan selama masa liburan.
Bantuan sosial diperkuat dengan tambahan alokasi Kartu Sembako serta bantuan beras untuk 18,3 juta keluarga penerima manfaat.
”Pemerintah tidak tinggal diam. Kami mempertebal bantuan sosial agar masyarakat tetap terlindungi dari tekanan ekonomi,” tegas Sri Mulyani.
Tidak hanya itu, Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 150 ribu per orang per bulan akan disalurkan kepada 17 juta pekerja berpenghasilan rendah dan juga guru honorer.
”Bantuan ini langsung menyasar mereka yang rentan agar dapat menjalani kehidupan dengan layak,” jelas Sri Mulyani.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa insentif-insentif ini dirancang untuk menjaga daya beli sekaligus menggerakkan roda ekonomi domestik.
”Lima paket strategis ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga daya beli rakyat dan memperkuat ekonomi nasional,” kata Airlangga.
Menurut Airlangga, kebijakan ini sangat relevan menjelang tahun ajaran baru dan libur sekolah, karena momen tersebut bisa menjadi pemicu agar perputaran ekonomi dalam negeri semakin tinggi.
”Libur sekolah adalah saat yang tepat untuk mendorong aktivitas ekonomi domestik,” tambahnya.
Pemerintah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung dan memanfaatkan program ini seoptimal mungkin.
”Kami butuh dukungan masyarakat agar efek dari program ini maksimal,” imbuh Airlangga.
Di samping itu, pemerintah menegaskan akan melakukan evaluasi berkala guna memastikan bahwa pelaksanaan program berjalan efektif dan tepat sasaran. (*)
Editor : Gunawan.