Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Gerakan Nasional Siaga TBC Dorong Indonesia Bebas Tuberkulosis

Gunawan. • Jumat, 23 Mei 2025 | 19:08 WIB
DISKUSI : Suasana pelaksanaan FGD Raperda tentang Penanggulangan TBC di aula kantor Bapperida Gunung Mas, Kamis (12/9/24). DISKOMINFO SANTIK FOR RADAR SAMPIT
DISKUSI : Suasana pelaksanaan FGD Raperda tentang Penanggulangan TBC di aula kantor Bapperida Gunung Mas, Kamis (12/9/24). DISKOMINFO SANTIK FOR RADAR SAMPIT

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, bekerja sama dengan berbagai pihak lintas sektor dan organisasi masyarakat sipil, resmi menggelar Gerakan Nasional Siaga TBC.

Program ini menegaskan tekad kolektif untuk menekan angka Tuberkulosis (TBC) dan mempercepat pencapaian eliminasi TBC pada 2030.

Dengan mengambil tema ”Langkah Nyata Membangun Bangsa Sehat dan Kuat,” gerakan ini menekankan perlunya kerjasama nasional dalam tiga pilar utama: deteksi dini, penanganan tepat waktu, dan pemantauan ketat pasien TBC di seluruh wilayah Indonesia.

Pada acara peluncuran di Jakarta, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan besarnya tantangan yang masih dihadapi.

Menurutnya, TBC telah menelan lebih dari satu miliar jiwa secara global selama ribuan tahun, dan di Indonesia diperkirakan ada satu juta kasus baru setiap tahun—dengan sekitar 125.000 kematian, artinya satu orang meninggal akibat TBC setiap empat menit.

”Obat TBC sudah tersedia dan dapat menyembuhkan. Kendalanya adalah penularan lewat udara dan rendahnya kesadaran untuk segera memeriksakan diri,” kata Menkes.

”Target kita tahun ini adalah menemukan satu juta kasus; saat ini sudah teridentifikasi sekitar 800 ribu. Kader kesehatan harus gencar menjangkau wilayah yang masih terlewat,” tambahnya.

Menkes menegaskan bahwa pasien yang terkonfirmasi positif harus langsung diberi obat tanpa harus menunggu rujukan ke rumah sakit agar risiko penularan berkurang.

”Jangan menunda penanganan—begitu terdeteksi, langsung berikan pengobatan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pendampingan selama proses terapi yang bisa memakan waktu lama.

Jika perawatan terhenti sebelum tuntas, risiko resistensi obat akan meningkat, membuat pengobatan selanjutnya menjadi lebih rumit.

Sementara itu, Kepala Kantor Komunikasi Presiden (PCO), Hasan Hasbi, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menempatkan pemberantasan TBC sebagai salah satu prioritas nasional di sektor kesehatan, sejajar dengan layanan cek kesehatan gratis dan perluasan kapasitas rumah sakit.

”Sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045, generasi kita harus terbebas dari ancaman penyakit menular seperti TBC,” ujar Hasan.

Peluncuran Gerakan Nasional Siaga TBC menjadi momentum penting bagi sinergi seluruh elemen bangsa—pemerintah pusat, daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat—untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang bebas Tuberkulosis. (*)

Editor : Gunawan.
#tbc #gerakan nasional