Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Gerakan Indonesia Gelap Dinilai Berisiko Dimanfaatkan Kelompok Tertentu

Gunawan. • Sabtu, 17 Mei 2025 | 16:44 WIB
Ilustrasi demo.
Ilustrasi demo.

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Gelombang kampanye bertajuk “Indonesia Gelap” yang marak di media sosial dan ruang publik belakangan ini menuai keprihatinan.

Di satu sisi, gerakan ini mencerminkan keresahan kalangan mahasiswa atas kebijakan pemerintah yang dinilai kurang berpihak pada masyarakat.

Namun, di sisi lain, sejumlah pihak mengingatkan potensi pemanfaatan isu ini oleh kelompok dengan agenda tertentu.

Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin menilai, narasi “Indonesia Gelap” merupakan bentuk manipulasi berbahaya yang dapat mengganggu stabilitas nasional.

”Isu ini sarat kepentingan asing yang berupaya mengintervensi kebijakan kita, terutama soal hilirisasi sumber daya alam,” ujarnya.

Menurut Addin, gerakan ini tidak sepenuhnya lahir secara organik, melainkan banyak dimanfaatkan kekuatan luar.

Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, juga menyuarakan keprihatinan serupa. Ia memperingatkan risiko penunggangan gerakan oleh kelompok bermotif politik sempit.

”Jika dibiarkan, ketidakpuasan sosial bisa dipolitisasi hingga memicu konflik antarwarga dan menghambat proses pembangunan,” kata Cucun.

Di tingkat eksekutif, Wakil Menteri Agama, Romo HR Muhammad Syafi’i, mengajak semua pihak merespons provokasi ini dengan aksi positif dan kerja sama lintas sektor.

Menurutnya, narasi “Indonesia Gelap” bertolak belakang dengan semangat optimisme dan program pembangunan yang sedang berjalan.

”Masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh isu tidak berdasar,” tegas Romo Syafi’i.

Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga ruang demokrasi yang terbuka sekaligus tegas menindak hoaks dan agitasi yang memecah belah.

Warga didorong bersikap kritis, memverifikasi informasi, dan turut memelihara iklim demokrasi sehat. Dengan demikian, narasi-narasi kelam tidak mengaburkan realitas kemajuan bangsa. (*)

Editor : Gunawan.
#Indonesia Gelap #narasi #media sosial