JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Sebagai bagian dari upaya memperkokoh posisi Indonesia di kancah internasional, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menggelar pertemuan dengan tokoh-tokoh terkemuka di sektor keuangan global.
Di antaranya, Pandu bertemu dengan mantan Menteri Keuangan Amerika Serikat Steven Mnuchin dan Scott Bessent, investor institusional senior.
Rangkaian diskusi ini bertujuan membangun jaringan diplomasi ekonomi yang lebih erat antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Scott Bessent menyambut positif potensi Indonesia sebagai mitra utama investasi strategis AS.
Menurutnya, kerja sama yang saling menguntungkan dapat memperkokoh hubungan bilateral ke depan.
”Indonesia memiliki sejumlah keunggulan kompetitif yang sangat menarik bagi investor Amerika,” ujarnya.
Pada kesempatan berbeda, Steven Mnuchin menegaskan peran penting Indonesia di Asia Tenggara.
Ia menyoroti peluang jangka panjang dalam sektor energi, kilang minyak, dan infrastruktur digital.
”Memperluas kolaborasi pada bidang-bidang ini akan menguntungkan kedua negara,” katanya.
Pandu Sjahrir menegaskan bahwa kunjungan ini bukan semata ajang diplomasi, melainkan pondasi untuk kolaborasi riil di masa mendatang.
”Kami melihat investasi sebagai kunci strategis untuk mengintensifkan kemitraan Indonesia dan AS, terutama pada ketahanan energi, hulu migas, dan digitalisasi,” jelas Pandu.
Inisiatif Pandu mencerminkan semangat diplomasi investasi Indonesia yang semakin agresif namun tetap berdasarkan kepentingan nasional.
Dukungan dari para pemimpin keuangan dunia diharapkan memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi berkelanjutan.
Dengan pendekatan yang kolaboratif dan terukur, Indonesia semakin menapaki jalur untuk memperluas jaringan global, mengokohkan kemitraan, dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. (*)
Editor : Gunawan.