Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Inilah Peran 7 Pelaku Penerbangan Balon Udara Berhias Petasan yang Meledak Dipermukiman Warga

Slamet Harmoko • Sabtu, 5 April 2025 | 13:30 WIB
Kapolres Tulungagung saat konferensi ungkap kasus balon udara meleda di pemukiman warga. Beriku ulasannya! (Aziz/Radar Tulungagung)
Kapolres Tulungagung saat konferensi ungkap kasus balon udara meleda di pemukiman warga. Beriku ulasannya! (Aziz/Radar Tulungagung)

Radarsampit.jawapos.com - Balon udara dengan petasan yang jatuh dan meledak di pemukiman warga menghebohkan warga Desa Desa Gandong, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung.

Akibat ledakan petasan yang jatuh ke permukiman warga tersebut, mengakibatkan rusaknya mobil, rumah warga, dan melukai seorang korban ditaksir kerugian mencapai Rp 100 juta.

Ada 7 pelaku penerbangan balon udara dengan petasan tersebut yang diamankan Polres Tulungagung.

Kapolres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengamankan sekelompok warga yang menerbangkan balon udara disertai petasan yang meledak di pemukiman warga pada Rabu (2/4) lalu.

Dari 7 pelaku itu terdiri dari 2 orang dewasa dan 5 anak berusia di bawah umur.

Pelaku penerbang balon udara disertai petasan itu yakni AA, 20, warga asal Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek.

ZR, 19, warga asal Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek. IRK, 16, warga asal Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek.

Kemudian KAF, 16, warga asal Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek. MRM, 17, warga asal Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek.

Lalu RPP, 14, warga asal Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek. GWP, 14, warga asal Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek.

“Pelaku dari penerbangan balon udara dengan petasan ini ada 7 orang yang terdiri dari 2 orang dewasa dan 5 anak berusia di bawah umur,” jelasnya kemarin (4/4).

Masing-masing pelaku ini memiliki perannya tersendiri dalam menerbangkan balon dengan petasan itu.

Semula, RPP memiliki ide untuk membuat balon udara dengan petasan setelah melihat postingan di media sosial youtube dan tiktok.

Mendapati hal itu, lantas RPP mengajak ZR untuk membuat mercon atau petasan yang terinspirasi dari postingan di sosial media.

Kemudian, RPP menyuruh GWP untuk membeli bahan petasan berupa belerang, pupuk HCL, dan aluminium folder di marketplace.

“Biaya untuk membeli bahan petasan itu didapat dari iuran, dimana masing-masing pelaku iuran Rp 100 ribu,” ucapnya.

Setelah bahan petasan terbeli, RPP dan ZR lantas meracik petasan sejak sebelum memasuki bulan puasa hingga malam takbir.

Kemudian pembuatan balon dilakukan oleh 7 tersangka sejak sebelum puasa hingga malam takbir.

Diketahui 7 pelaku tersebut membuat balon udara dengan ukuran tinggi 20 meter dan diameter 30 meter.

Lalu untuk jumlah petasan yang rangkai dengan cara ditali ke balon udara, ada sebanyak 100 buah petasan dengan ukuran 8 cm diamtere 4 cm.

Tak hanya itu dalam rangkain petasan juga terdapat petasan besar dengan jumlah 5 buah petasan berukuran tinggi 20 cm dan diameter 30 cm.

 “Jadi totalnya ada 105 buah petasan dengan ukuran yang berbeda-beda,” pungkasnya.(ziz/jpg)

Editor : Slamet Harmoko
#petasan #tulungagung #balon udara