Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Viral! Semburan Lumpur Lapindo Dikabarkan Berhenti, Cek Fakta Sebenarnya

Slamet Harmoko • Minggu, 16 Maret 2025 | 16:25 WIB
MENGEPUL : Nampak asap putih masih keluar dari pusat semburan lumpur panas Sidoarjo, Kamis (13/3). (DIKY PUTRA SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
MENGEPUL : Nampak asap putih masih keluar dari pusat semburan lumpur panas Sidoarjo, Kamis (13/3). (DIKY PUTRA SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

Radarsampit.jawapos.com - Semburan lumpur Sidoarjo atau dikenal dengan lumpur lapindo di Kelurahan Siring, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur belakangan ini ramai diperbincangkan di media sosial. Semburan lumpur lapindo itu dikabarkan berhenti.

Meskipun berita tersebut telah viral, fakta di lapangan menunjukkan bahwa semburan lumpur Sidoarjo masih terjadi, ternyata kabar tersebut tidaklah benar, masih keluar asap putih dari titik semburan, Kamis (13/3).

Semburan lumpur Sidoarjo yang terjadi sejak 29 Mei 2006, berasal dari Sumur Banjarpanji 1, bagian dari kegiatan pengeboran gas Blok Brantas oleh PT Lapindo Brantas. Letak titik semburan berada sekitar 150 meter dari permukiman warga Kelurahan Siring, Porong.

 

Semburan tersebut telah berlangsung selama 19 tahun, menyebabkan sekitar 25 ribu warga dari delapan desa di tiga kecamatan harus meninggalkan tempat tinggal mereka.

Warga Desa Jatirejo, Porong, Sastro mengakui munculnya kabar yang beredar di media sosial mengenai berhentinya semburan lumpur tersebut. Namun, setelah melakukan pengecekan langsung, ia memastikan bahwa semburan masih berlangsung.

“Memang benar, beredar di media sosial kalau semburan lumpur di Porong sudah berhenti. Saya juga penasaran dan mengecek ke tanggul penahan lumpur. Namun, nyatanya semburan masih ada, walau yang terlihat sekarang hanya asap putih yang keluar,” kata pria 42 tahun itu, Kamis (13/3).

Menurutnya, di lokasi tanggul pada titik 21 dan titik 25 menunjukkan bahwa semburan masih menghasilkan asap putih, meskipun tidak lagi memuntahkan lumpur secara signifikan.

Selain itu, beberapa kolam penampungan air (pon) di sekitar lokasi terlihat penuh, dengan pompa besar yang masih aktif mengalirkan air ke Sungai Porong.

Di sisi selatan lokasi semburan, terdapat dua titik pembuangan lumpur di Desa Pajarakan dan Desa Besuki.

Namun, tidak terlihat adanya lumpur yang keluar dari pipa-pipa pembuangan di kedua desa tersebut. Pipa-pipa itu justru hanya mengeluarkan air.

Di sisi lain, warga Desa Besuki, Wardiman, menjelaskan, pipa-pipa pembuangan lumpur tersebut memang masih aktif, tetapi tidak lagi membawa lumpur.

“Setiap hari pipa-pipa itu masih aktif, tapi tidak lagi mengeluarkan lumpur. Hanya air yang keluar dan itu pun tampak jernih,” tandasnya.

Semburan lumpur Sidoarjo telah menjadi bencana besar di Sidoarjo, yang berdampak pada ribuan warga dan merusak infrastruktur. Hingga kini, dampak dari peristiwa tersebut masih dirasakan oleh banyak pihak. (dik/gun/jpg)

Editor : Slamet Harmoko
#cek fakta #berhenti #dikabarkan #lumpur lapindo sidoarjo #lumpur lapindo #sebenarnya