Radarsampit.jawapos.com - Identitas perempuan korban mutilasi di dalam koper merah yang ditemukan di Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Ngawi, Jawa Timur pada Kamis (23/1) pagi mulai terkuak.
Dalam foto yang beredar, tampak wajah seorang perempuan mengenakan kerudung warna hitam. Terlihat jelas foto wajah wanita tersebut dengan background warna merah.
Dalam pesan yang beredar tersebut, lengkap dengan 10 sidik jari diduga korban yang berada di bawah foto dan identitasnya.
Dalam keterangan identitas dalam file foto tersebut, tertera nama perempuan Uswatun Khasanah (UK) yang beralamat di Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.
"Sudah didapat biodata dari korban mutilasi yg berada di dalam koper merah yg dibuang di ds Dadapan ,kendal, ngawi," tulis pesan tersebut.
Identitas korban terungkap setelah warga Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, bernama Hendri Suprapto (44) dan Ana Yuliani (29) kehilangan keluarganya.
Hendri yang merupakan ayah tiri korban dan Ana pengasuh anak korban pada Kamis 23 Januari 2025 mendapatkan kabar dari Polsek Garum, Blitar, bahwa mayat dalam koper di Ngawi adalah keluarganya.
Berbekal informasi dari Polsek Garum dan identitas hasil sidik jari korban yang dikeluarkan dokter ahli forensik Polres Ngawi, kemudian Hendri dan Ana bertolak ke Ngawi untuk memastikan jenazah korban.
Sampai di RSU Soeroto Ngawi Ana dan Hendri melihat jenazah korban, Ana pun tertunduk lesu setelah melihat ciri-ciri jenazah pada tubuh korban yang diyakini adalah Uswatun Khasanah.
Di hadapan awak media, Ana mengaku mengenalinya dari ciri-ciri korban seperti tindik di pusar, sandal, gelang dan tahi lalat di pinggang seperti yang disampaikan polisi di pemberitaan.
"Saya kenal dari tindik di pusar, sendal, gelang di tangan korban dan tahi lalatnya, 90 persen sama itu keluarga saya," ungkap Ana, Jumat (24/1/2025).
Ana menjelaskan, korban sudah 5 tahun bekerja di Tulungagung sebagai sales kosmetik. Korban adalah orang tua tunggal dengan dua anak.
Ia mengatakan terakhir kali melihat korban pada Jumat, 17 Januari 2025. Saat itu, korban berpamitan menuju Tulungagung dengan mobil Ertiga putih miliknya. Akan tetapi sejak hari Senin 20 Januari 2025, komunikasi dengan korban terputus.
"Saya coba kontak hari Senin, tapi sudah tidak dijawab. Ayah tirinya juga tidak mendapat respons saat mencoba menghubunginya, dia sering pulang Tulungagung-Blitar sepekan sekali, anaknya saya asuh ikut bersama saya," terang Ana.
Hendri, ayah tiri korban, tak kuasa menahan tangis. Ia akan membawa pulang jenazah dan dimakamkan di kampung halamannya di Blitar.
Hendi meminta pihak berwenang untuk segera menangkap pelaku, ia juga berharap potongan tubuh yang hilang segera ditemukan.
"Ini tidak manusiawi, keluarga meminta polisi segera menangkap pelaku dan dihukum seadil-adilnya," ucap Hendri.
Seperti diketahui bahwa mayat yang ditemukan dalam koper merah diduga korban mutilasi. Ada bagian tubuh yang hilang, yakni, kepala dan kedua kaki korban.
Kaki kiri hilang terpotong dari pangkal paha dan kaki kanan terpotong dari lutut kemudian kepala hilang mulai dari leher.
Sebelumnya, ditemukan ciri khusus saat polisi melakukan autopsi jasad korban. Ciri khusus tersebut adalah adanya lubang tindik pada pusar perut korban yang dilengkapi dengan perhiasan berwarna perak putih.
"Ada lubang tindik di perut bagian atas pusar," ujar Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Joshua Peter Krisnawan kepada wartawan, Jumat (24/1/2025).
Lubang tindik pada pusar korban, kata Joshua, adalah jenis tindik piercing di atas pusar. Perhiasan tindik berwarna perak putih itu diharapkan bisa menjadi petunjuk identitas korban.
"Ada tindik piercing di atas pusar korban. Tindik warna perak putih semoga bisa jadi petunjuk," kata Joshua.
Ciri-ciri jenazah perempuan tinggi 152 cm, usia 20-35 tahun, warna kulit kuning langsat mengarah putih. Ada tahi lalat di atas pinggang samping kiri," papar Joshua.
Joshua menambahkan, polisi juga menemukan barang bukti berupa beberapa aksesori yang ada pada tubuh korban yang ditemukan tanpa kepala dan kedua kaki.
"Aksesori pakaian meliputi gelang tali warna hitam, tali rambut pada lengan tangan kanan, rok warna hitam ukuran L, serta sandal merek Jungkit. Selain itu, ada juga selimut motif lurik warna hitam putih," tandas Joshua. (*/jpg)
Editor : Slamet Harmoko