Radarsampit.jawapos.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
Proyek ini diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam pemerataan pembangunan nasional, sekaligus menciptakan pusat pemerintahan yang modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menjelaskan bahwa pembangunan akan dilakukan secara bertahap sesuai arahan Presiden.
Target awalnya adalah menyelesaikan infrastruktur pemerintahan, meliputi gedung eksekutif, legislatif, dan yudikatif, yang direncanakan selesai pada tahun 2028.
“Pembangunan IKN dilakukan bertahap, dengan prioritas menyelesaikan fasilitas utama pemerintahan pada 2028,” kata Basuki.
Tahap awal pembangunan mencakup pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dijadwalkan dimulai pada awal 2025.
Pemerintah memastikan bahwa infrastruktur dasar, seperti perumahan, transportasi, dan fasilitas pendukung lainnya, siap mendukung kebutuhan ASN yang akan pindah ke IKN.
Basuki menambahkan, meskipun beberapa proyek telah siap masuk ke tahap konstruksi, setiap pelaksanaan harus melewati pelaporan dan persetujuan dari Presiden.
Hal ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menjaga akuntabilitas dan memastikan pembangunan berjalan sesuai perencanaan.
Di sisi lain, Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung W., mengungkapkan bahwa proyek ini menarik minat besar dari para investor.
Hingga saat ini, sekitar 500 Letter of Intent (LoI) telah diterima dari berbagai calon investor. Agung menjelaskan bahwa fokus utama adalah pada pengajuan investasi yang sudah siap direalisasikan untuk mempercepat dampak pembangunan.
”Kami mengutamakan investasi yang memiliki kesiapan untuk segera direalisasikan,” ujar Agung.
Dengan pengelolaan yang terukur dan arahan langsung dari Presiden Prabowo, pembangunan IKN Nusantara diharapkan dapat menjadi katalisator pemerataan pembangunan, mengurangi ketimpangan antarwilayah, serta memperkuat desentralisasi pemerintahan.
Proyek ambisius ini tidak hanya menjadi simbol kemajuan teknologi dan infrastruktur, tetapi juga langkah strategis untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih terintegrasi.
Dampaknya diharapkan tidak hanya meningkatkan perekonomian di Kalimantan Timur, tetapi juga menciptakan perubahan sosial yang signifikan, menjadikan wilayah tersebut pusat pemerintahan yang modern dan masa depan Indonesia yang lebih cerah. (*)
Editor : Gunawan.