Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Desa Wisata Jadi Andalan Kemenparekraf untuk Dongkrak Industri Pariwisata di 2025

Farid Mahliyannor • Sabtu, 7 September 2024 | 21:20 WIB
LOCAL WISDOM: Desa Kete Kesu (Toraja) menjadi salah satu desa wisata di Indonesia yang banyak dikunjungi wisatawan. (KEMENPAREKRAF)
LOCAL WISDOM: Desa Kete Kesu (Toraja) menjadi salah satu desa wisata di Indonesia yang banyak dikunjungi wisatawan. (KEMENPAREKRAF)

SURABAYA – Industri pariwisata tanah air berkembang pesat paska berakhirnya pandemi.

Tak heran jika sumbangan industri pariwisata tanah air terhadap product domestic bruto (PDB) terus melesat.

Berdasarkan catatan Radar Surabaya Bisnis, industri pariwisata di tahun 2023 memberikan kontribusi hingga 4,1 persen terhadap PDB dengan capaian devisa sebesar USD 14,63 miliar.

Tahun ini, kontribusi sektor pariwisata diperkirakan bisa tembus 4,5 persen terhadap PDB.

Keoptimisan pemerintah terhadap industri pariwisata juga tertuang dalam rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025 yang menyebut penerimaan devisa pariwisata dipatok sebesar USD 22,10 miliar dengan kontribusi 4,6 persen.

Melihat target yang tak ringan di 2025 itu, tentu saja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) harus bekerja keras dengan program-program terbaik mereka.

Kementerian yang dipandegani Sandiaga S Uno itu telah mempersiapkan sejumlah program untuk memperkuat sektor parekraf Indonesia di tahun 2025.

Sandiaga pun telah menyampaikan program-program tersebut ke Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, Jumat (6/9).

Dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, Jumat (6/9), Menparekraf/Kabaparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, program-program tersebut telah diusulkan dalam rapat dengar pendapat antara Komisi X dengan Kemenparekraf.

Program-program itu diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan dan keterampilan masyarakat.

Khususnya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor parekraf.

"Semoga (program-program) ini bisa memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat," kata Sandiaga dalam keterangan resminya, Sabtu (7/9).

Adapun program-program tersebut di antaranya berkaitan dengan pengembangan desa wisata dan penguatan potensi SDM pelaku parekraf melalui digitalisasi dan produksi konten.

"Kami akan memfokuskan juga dari segi konten dan digitalisasi. Ini yang ternyata memberikan banyak dampak positif pada peningkatan, bukan hanya kreativitas dan inovasi tapi juga local wisdom dan peningkatan penjualan," katanya.

Dalam kesempatan serupa, Wamenparekraf/Wakabaparekraf Angela Tanoesoedibjo menyampaikan untuk tahun anggaran 2025, pihaknya akan fokus mengembangkan dan memperkuat SDM parekraf Indonesia.

"Di tahun 2025 dari seluruh satuan kerja telah menyesuaikan program pembangunan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan dan penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual," ujar Angela.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda selaku pimpinan rapat mengungkapkan DPR RI mendukung penuh rancangan kerja Kemenparekraf.

Pihaknya juga akan memperjuangkan usulan tambahan pagu indikatif tahun anggaran 2025 Kemenparekraf sebesar Rp 3.052.364.852.000 dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.

 

"Kami berharap Komisi X DPRI RI yang ada di Banggar untuk terus bersama memperjuangkan sampai titik darah penghabisan penambahan (anggaran) untuk Kemenparekraf RI sebagai Kementerian yang paling terdepan dalam rangka menguatkan agenda pariwisata dan ekraf kita," ujar Syaiful. (opi)

Editor : Farid Mahliyannor
#pariwisata #indonesia