SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Hasil evaluasi akreditasi RSUD dr Murjani Sampit diharapkan menjadi dasar pemetaan kebutuhan tenaga kesehatan dan peralatan rumah sakit. Hasil penilaian tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen rumah sakit dan pemerintah daerah dalam menentukan kebutuhan penambahan sumber daya.
Ketua Panitia Survei Akreditasi RSUD dr Murjani Sampit, dr. Taufik, mengatakan penelusuran yang dilakukan tim surveior dapat memberikan gambaran mengenai aspek pelayanan yang masih perlu dibenahi.
“Penilaian ini untuk memetakan dan memberikan masukan bagi manajemen maupun pemerintah daerah. Perlu menambah tenaga atau alat, itu menjadi pertimbangan,” ujarnya, baru-baru ini.
Menurutnya, evaluasi dilakukan untuk melihat kesesuaian antara standar yang ditetapkan dan pelaksanaannya di lapangan. Pemeriksaan mencakup penelaahan dokumen hingga penelusuran langsung ke unit-unit pelayanan.
Dalam proses tersebut, tim surveior dapat memilih unit yang akan dikunjungi untuk memastikan prosedur yang tercantum dalam dokumen telah diterapkan dalam pelayanan.
Taufik menyebutkan, kepatuhan petugas dalam menjalankan prosedur menjadi salah satu aspek yang diperhatikan. Tingkat kepatuhan dapat berubah, antara lain karena beban kerja yang dihadapi tenaga kesehatan.
“Tidak ada rumah sakit yang sempurna. Misalnya, tingkat kepatuhan kita dalam menggunakan alat pelindung diri (APD) bisa naik turun. Mungkin karena beban kerja dan sebagainya,” katanya.
Selain penerapan prosedur, pembenahan dokumen juga diperlukan untuk menyesuaikan dengan perubahan regulasi dalam beberapa tahun terakhir. Rumah sakit perlu memastikan dasar hukum dan ketentuan yang digunakan tetap sesuai dengan aturan terbaru.
Hasil evaluasi diharapkan memberikan gambaran objektif mengenai kebutuhan perbaikan sehingga manajemen rumah sakit dan pemerintah daerah dapat menentukan langkah berdasarkan hasil pemetaan.
Taufik menegaskan, survei yang berlangsung saat ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi penilaian akreditasi yang direncanakan pada Januari 2027.
Ia berharap berbagai kekurangan dapat diperbaiki sebelum penilaian dilakukan. Dokumen yang telah tersedia juga akan dilengkapi sesuai kebutuhan.
“Dokumen-dokumen juga sudah ada sebelumnya, tinggal kita perbaiki dan lengkapi. Kita semua optimistis untuk mempertahankan paripurna nanti bulan Januari,” pungkasnya. (yn/yit)
Editor : Heru Prayitno