Hujan Warnai Pagi Berkabut di Sampit, Warga Berharap Karhutla Mereda

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 08:25 WIB
Salah satu ruas jalan di Sampit, tampak basah setelah diguyur hujan ringan, Kamis pagi (17/9/2026). Meski masih diselimuti kabut asap warga berharap hujan ini dapat mengurangi dampak kekeringan. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)
Salah satu ruas jalan di Sampit, tampak basah setelah diguyur hujan ringan, Kamis pagi (17/9/2026). Meski masih diselimuti kabut asap warga berharap hujan ini dapat mengurangi dampak kekeringan. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 
 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Hujan dengan intensitas ringan mengguyur sejumlah wilayah Kota Sampit dan sekitarnya, Kamis pagi  (17/9/2026) pagi. Hujan turun saat kondisi sejumlah kawasan masih diselimuti kabut asap.

Pantauan warga, hujan terjadi hampir merata di Kecamatan Mentawa Baru (MB) Ketapang, Baamang, serta sebagian wilayah Kecamatan Seranau.

Hujan tersebut disambut baik warga. Selain membantu mengurangi debu dan asap, warga berharap hujan turun lebih sering sehingga dapat membantu mengurangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kotawaringin Timur (Kotim).

"Sepanjang jalan ngantar anak sekolah hujan. Meski tidak terlalu deras, lumayan lah mengurangi debu dan asap," ungkap Usna, salah seorang warga.

Hujan juga berpotensi terjadi dengan intensitas lebih tinggi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H. Asan Sampit mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kotim.

Peringatan tersebut berlaku mulai pukul 06.27 WIB hingga 08.20 WIB. BMKG memperingatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai guntur.

Sejumlah wilayah masuk kategori potensi meluas atau kuning. Di antaranya Antang Kalang, Telaga Antang, Bukit Santuai, Cempaga Hulu, Cempaga, Telawang, Baamang, MB Ketapang, Seranau, dan Mentaya Hulu Utara (MHU).

Sementara itu, Tualan Hulu, Parenggean, Mentaya Hulu, Kota Besi, Mentaya Hulu Selatan (MHS), Teluk Sampit, dan Pulau Hanaut masuk kategori tidak terdampak dalam peringatan dini tersebut.

BMKG juga mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan untuk meningkatkan kewaspadaan. Hujan dan pembentukan awan konvektif dapat disertai angin kencang secara tiba-tiba.

Pengendara di kawasan Sampit dan sekitarnya juga diminta berhati-hati karena hujan dan kabut dapat memengaruhi jarak pandang. Hal serupa berlaku bagi pengguna transportasi sungai di sepanjang Sungai Mentaya.

Bagi warga yang terdampak asap karhutla, hujan pagi ini menjadi sedikit angin segar. Warga berharap kondisi tersebut berlanjut dengan hujan yang lebih sering, sehingga kelembapan lahan meningkat dan dampak asap dapat berkurang. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
hujan di sampit sampit kotim kabut asap