SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami peningkatan di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim memastikan kenaikan tersebut belum tergolong signifikan berdasarkan data kunjungan di fasilitas pelayanan kesehatan (faskes).
Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi mengatakan, data yang dimiliki saat ini berasal dari masyarakat yang memeriksakan diri ke faskes. Sementara warga yang memilih mengobati gejala ISPA secara mandiri belum tercatat dalam data tersebut.
Baca Juga: Karhutla di Kota Palangka Raya sudah Hanguskan 1.055 Hektare. Banyak Pemukiman Warga Terancam
“Untuk kasus ISPA, kalau mereka yang kunjungan ke faskes kita memang ada kenaikan, tapi tidak signifikan,” kata Umar dalam rapat koordinasi penanggulangan darurat Karhutla Kabupaten Kotim, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, salah satu kemungkinan penyebab angka kunjungan belum meningkat signifikan karena sebagian masyarakat mengalami gejala ringan dan memilih membeli obat sendiri tanpa memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
“Ada kemungkinan masyarakat kita berobatnya mandiri, beli obat sendiri karena ISPA-nya kelihatannya hanya ringan,” ujarnya.
Baca Juga: Karhutla Belum Reda, Pawai Pembangunan Kotim Dibatalkan
Umar menambahkan, data dari praktik dokter maupun fasilitas pengobatan mandiri juga belum seluruhnya diterima Dinkes. Karena itu, data yang tersedia saat ini masih didominasi laporan dari fasilitas kesehatan pemerintah.
“Data di praktik mandiri ini belum kami dapatkan, jadi data yang ada di faskes,” jelasnya.
Dinkes tetap mengingatkan masyarakat tidak mengabaikan gangguan pernapasan selama kabut asap masih terjadi. Warga yang mengalami keluhan semakin berat diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor