Tetap Ingin Olahraga Saat Kabut Asap? Dinkes Kotim Minta Warga Perhatikan Ini

M. Akbar • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 07:50 WIB
Aktivitas warga saat berolahraga di Kawasan Terowongan Nur Mentaya Sampit, Kabupaten Kotim.  (Akbar/Radar Sampit)
Aktivitas warga saat berolahraga di Kawasan Terowongan Nur Mentaya Sampit, Kabupaten Kotim. (Akbar/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang tetap ingin berolahraga di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diminta memperhatikan kondisi udara dan kesehatan tubuh.

Aktivitas fisik tetap penting untuk menjaga kebugaran, tetapi perlindungan diri tidak boleh diabaikan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim, Umar Kaderi, mengatakan masyarakat tetap perlu menjaga kebugaran tubuh meskipun kondisi kabut asap masih terjadi. Namun, aktivitas di luar ruangan harus disesuaikan dengan kondisi udara.

“Kalau kondisi tubuh kita bagus, makanan yang cukup protein dan vitamin, insyaallah itu salah satu pencegahan dari dalam tubuh kita. Tidak semua orang yang terkena kabut asap kemudian terkena ISPA,” ujar Umar, Minggu (13/9).

Menurutnya, asupan makanan bergizi dan kondisi tubuh yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya tahan tubuh. Kendati demikian, bukan berarti masyarakat dapat mengabaikan risiko paparan kabut asap.

Umar mengatakan kondisi karhutla yang masih terjadi di Kotim berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan. Anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki penyakit tertentu perlu mendapat perhatian lebih.

“Karhutla di Kotim masih belum selesai. Ini akan mengganggu aktivitas dan kesehatan kita. Terutama anak-anak, lansia, dan orang-orang yang memiliki penyakit tertentu, misalnya jantung atau ginjal. Kondisi mereka bisa semakin parah ketika keluar rumah,” jelasnya.

Bagi masyarakat yang tetap melakukan aktivitas di luar ruangan, termasuk olahraga, Umar mengingatkan pentingnya menggunakan masker. Perlindungan tersebut diperlukan untuk mengurangi paparan partikel debu dan polutan yang terkandung dalam kabut asap.

“Kita berharap masyarakat kalau memang ingin beraktivitas ke luar rumah tetap menggunakan masker, supaya partikel-partikel debu itu tidak masuk ke tubuh kita,” katanya.

Umar menambahkan, olahraga tetap dapat dilakukan untuk menjaga kebugaran, tetapi masyarakat perlu melihat kondisi udara sebelum beraktivitas. Jika kabut asap semakin pekat atau kualitas udara memburuk, aktivitas olahraga di luar ruangan sebaiknya dikurangi atau dialihkan ke dalam ruangan.

Selain perlindungan dari paparan asap, masyarakat juga diminta menjaga pola makan dengan mengonsumsi makanan bergizi serta mencukupi kebutuhan protein dan vitamin. Langkah tersebut diharapkan membantu menjaga daya tahan tubuh selama kondisi kabut asap masih berlangsung.

Dengan demikian, olahraga tetap dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan, tetapi harus dilakukan secara bijak dengan mempertimbangkan kondisi udara, kondisi tubuh, serta perlindungan diri.(ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
olahraga sampit dinkes kotim kotim kabut asap