SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kemarau panjang mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat di Kecamatan Mentaya Hulu. Kasus diare dilaporkan meningkat sejak Agustus hingga awal September 2026, terutama di kalangan warga yang masih memanfaatkan sungai untuk aktivitas sehari-hari.
Camat Mentaya Hulu Edison mengatakan, peningkatan kasus tersebut menjadi perhatian pemerintah kecamatan bersama Puskesmas Kuala Kuayan.
Berdasarkan laporan pihak puskesmas, selain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare menjadi salah satu penyakit yang semakin banyak ditemukan dalam beberapa waktu terakhir.
Baca Juga: Kualitas Udara Jadi Perhatian di Ajang GSI Kalteng 2026
“Dari penyampaian Kepala Puskesmas, mulai Agustus sampai September ini penyakit semakin meningkat, terutama diare dan ISPA,” kata Edison.
Menurutnya, kasus diare banyak ditemukan pada masyarakat yang masih melakukan aktivitas mandi di sungai. Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian karena kualitas air sungai dinilai mulai terganggu akibat kemarau panjang serta aktivitas manusia yang berpotensi mencemari aliran sungai.
Edison menyebut, petugas juga menemukan adanya aktivitas meracun dan menyetrum ikan yang menyebabkan banyak ikan mati. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian karena berpotensi memengaruhi lingkungan sungai yang masih dimanfaatkan masyarakat.
Baca Juga: Kalteng Diminta Siapkan Sumur Bor di Daerah Rawan
Sementara itu, Kepala Puskesmas Kuala Kuayan Fitri mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi ke sejumlah desa untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko penyakit selama musim kemarau. Salah satu imbauan yang disampaikan yakni mengurangi aktivitas mandi di sungai, khususnya bagi anak-anak.
“Selama ini kita sudah melakukan sosialisasi ke desa-desa dan mengimbau masyarakat, setidaknya jangan sampai anak-anak kita mandi di sungai,” tandasnya. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor