SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kabut asap kembali menyelimuti Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis pagi (10/9/2026).
Kondisi diperparah pergerakan angin yang sempat calm atau 0 kilometer per jam, sementara kualitas udara berada pada kategori berbahaya.
Berdasarkan pengamatan Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit, kondisi cuaca pada pukul 06.00 WIB tercatat kabut asap dengan jarak pandang hanya 800 meter.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Haji Asan Kotim Mulyono Leo Nardo mengatakan, pada waktu yang sama kecepatan angin tercatat 0 kilometer per jam atau dalam kondisi calm.
“Pada waktu yang sama, kecepatan angin tercatat 0 kilometer per jam atau dalam kondisi calm. Suhu udara 23,4 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 93 persen,” ungkap Mulyono.
Kondisi tersebut terjadi ketika kualitas udara Kotim juga menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada pukul 06.13 WIB mencatat angka 1.098 untuk parameter PM10. Angka tersebut masuk kategori Berbahaya.
Angin Mulai Bergerak
Memasuki pukul 07.00 WIB, kondisi angin mulai berubah. Angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan sekitar 4 kilometer per jam.
Pergerakan angin tersebut membuat jarak pandang sedikit meningkat menjadi sekitar 1 kilometer. Namun, kondisi cuaca masih tercatat sebagai kabut asap.
Pada waktu tersebut, suhu udara mencapai 24,9 derajat Celsius dengan kelembapan 91 persen.
Angin yang sempat calm menjadi kondisi yang perlu diperhatikan ketika kabut asap masih menyelimuti wilayah Sampit. Pergerakan udara yang lemah dapat membuat partikel pencemar lebih bertahan di sekitar permukaan.
Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar
Masyarakat diminta tetap mewaspadai kondisi kualitas udara. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi ketika kabut asap masih pekat.
Warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan juga disarankan menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikel pencemar.
Kondisi kualitas udara tersebut menjadi perhatian di tengah kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Kotim. (oes)
Editor : Slamet Harmoko