ISPU Kotim Membaik, dari Berbahaya Kini Turun Jadi Sangat Tidak Sehat

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 11:13 WIB
Suasana Sungai Mentaya masih berkabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)
Suasana Sungai Mentaya masih berkabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kualitas udara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai menunjukkan perbaikan. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang sebelumnya berada pada kategori Berbahaya, kini turun menjadi Sangat Tidak Sehat.

Berdasarkan data ISPU pada Senin (7/9) pukul 08.29 WIB, nilai ISPU Kotim tercatat 280 dengan parameter utama PM 2.5

Meski turun dari kategori Berbahaya, kondisi udara di Kotim masih tergolong kritis. Kategori Sangat Tidak Sehat berada pada rentang nilai 201 hingga 300.

Kotim juga masih masuk dalam daftar daerah dengan kualitas udara terburuk pada pemantauan tersebut. Kondisi serupa terjadi di sejumlah wilayah lain di Kalimantan dan sekitarnya, dengan polutan PM 2.5 dan PM 10  menjadi pencemar dominan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur, Marjuki, berharap kualitas udara di daerah itu terus membaik.

"Semoga semakin membaik," ujar Marjuki.

Menurutnya, potensi hujan yang diprakirakan terjadi di Kotim menjadi harapan untuk membantu menekan dampak karhutla sekaligus memperbaiki kualitas udara.

"Apalagi seiring dengan adanya potensi hujan, karhutla dapat teredam dan udara kian membaik hingga kategori sehat," harapnya.

Perbaikan ISPU tersebut menjadi perkembangan positif di tengah kondisi karhutla yang masih menjadi perhatian. Hujan diharapkan tidak hanya membantu memadamkan titik-titik api, tetapi juga meningkatkan kelembapan lahan dan mengurangi konsentrasi partikulat di udara.

Namun, dengan nilai ISPU 280, masyarakat tetap perlu berhati-hati karena kualitas udara masih berada pada kategori Sangat Tidak Sehat.

Kondisi tersebut terutama perlu menjadi perhatian kelompok sensitif. Aktivitas di luar ruangan juga sebaiknya dibatasi apabila kondisi udara kembali memburuk.

Penurunan ISPU dari kategori Berbahaya ke Sangat Tidak Sehat setidaknya menjadi tanda awal perbaikan. Jika potensi hujan terealisasi dan karhutla dapat ditekan, kualitas udara Kotim diharapkan terus turun hingga mencapai kategori Sehat. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
berbahaya ISPU Kotim kabut asap tidak sehat