Warga Sampit Tetap Olahraga Saat Kabut Asap, Ini Kata Dinkes Kotim

M. Akbar • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 11:07 WIB
Aktivitas warga saat berolahraga di Kawasan Terowongan Nur Mentaya Sampit, Kabupaten Kotim.  (Akbar/Radar Sampit)
Aktivitas warga saat berolahraga di Kawasan Terowongan Nur Mentaya Sampit, Kabupaten Kotim. (Akbar/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diimbau tidak memaksakan diri berolahraga di luar ruangan ketika kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Sampit.

Kondisi kualitas udara yang menurun dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama saat melakukan aktivitas fisik dengan intensitas tinggi.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim meminta masyarakat mempertimbangkan kondisi udara sebelum melakukan aktivitas fisik. Jika kabut asap semakin pekat, olahraga sebaiknya dialihkan ke dalam ruangan hingga kondisi udara membaik.

Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Nugroho Kuncoro Yudho, mengatakan olahraga tetap dapat dilakukan, tetapi harus disesuaikan dengan kondisi tubuh dan kualitas udara.

“Jangan dipaksakan. Sebaiknya mengurangi atau tidak beraktivitas di luar rumah dan olahraga di rumah saja,” ujar Nugroho, Minggu (6/9).

Baca Juga: Saat Kabut Asap Menjadi sebuah Lagu, Anak Muda Kotim Bersuara Lewat 'Lihat Negeri Ku'

Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan, Nugroho menganjurkan penggunaan masker untuk mengurangi paparan udara yang kurang baik.

“Kalau beraktivitas di luar rumah, sebaiknya menggunakan masker,” katanya.

Menurut Nugroho, olahraga ringan hingga sedang masih dapat dilakukan dengan memperhatikan kondisi tubuh. Beberapa aktivitas yang relatif ringan antara lain jalan santai, jalan di tempat, peregangan, senam ringan, yoga, bersepeda santai, dan latihan fisik ringan.

Namun, penggunaan masker saat berolahraga tetap perlu disesuaikan dengan jenis dan intensitas aktivitas. Olahraga berat sebaiknya dihindari ketika kualitas udara sedang buruk.

“Untuk olahraga ringan hingga sedang menggunakan masker relatif aman. Tetapi kalau olahraganya berat, bisa kekurangan oksigen karena kebutuhan oksigen tubuh meningkat,” jelasnya.

Ia menjelaskan, aktivitas fisik berat membuat tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen. Kondisi tersebut dapat menyebabkan pernapasan terasa lebih berat, terlebih jika olahraga dilakukan sambil menggunakan masker.

Karena itu, Dinkes mengingatkan masyarakat untuk tidak hanya mempertimbangkan keinginan berolahraga, tetapi juga memperhatikan kondisi udara dan kemampuan tubuh.

Baca Juga: Relawan Karhutla Diduga Tak Dilayani SPBU, Terpaksa Beli Pertamax Eceran

Ketika kabut asap semakin pekat, aktivitas fisik di luar ruangan sebaiknya dihentikan sementara dan dialihkan ke dalam rumah.

Imbauan untuk menyesuaikan aktivitas olahraga dengan kondisi kabut asap juga disampaikan Ketua Komunitas Sepeda Gowes Gabut Sampit (GGS), M Teguh.

Ia mengatakan kegiatan bersepeda komunitasnya tetap dilaksanakan secara rutin, tetapi situasi dan kondisi menjadi pertimbangan utama.

“Selama kabut asap ini tetap menyesuaikan. Kami tetap menggunakan masker dan lampu, serta melihat situasi dan kondisi cuaca,” katanya.

Teguh menegaskan, komunitasnya tidak ingin memaksakan kegiatan apabila kondisi udara tidak memungkinkan. Menurutnya, niat berolahraga untuk menjaga kesehatan justru dapat berujung pada gangguan kesehatan apabila keselamatan dan kondisi lingkungan diabaikan.

Baca Juga: Diduga Hirup Gas Beracun, Warga Samu Jaya Lamandau Tewas saat Bersihkan Sumur

“Kalau memaksakan juga bisa berujung kita sakit. Walaupun niatnya ingin sehat, tetapi kalau tidak mematuhi protokol kesehatan yang ada, malah bisa berdampak buruk. Makanya kami tetap melihat situasi dan kondisi,” ujarnya.

Selain kegiatan bersepeda, GGS juga rutin menggelar bakti sosial setiap bulan dengan membagikan masker, air minum, dan vitamin kepada masyarakat di Kota Sampit.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan di tengah kondisi kabut asap.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
olahraga sampit kotim kabut asap Nur Mentaya