Hujan Hanya Berpotensi di Utara, 733 Hotspot Masih Kepung Kotim

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 11:40 WIB
Peta prakiraan potensi pertumbuhan awan hujan di Kotawaringin Timur, Sabtu (5/9/2026). (BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit) 
Peta prakiraan potensi pertumbuhan awan hujan di Kotawaringin Timur, Sabtu (5/9/2026). (BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit) 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) belum menunjukkan tanda mereda. Sebanyak 733 titik panas atau hotspot terdeteksi dalam 24 jam terakhir hingga Sabtu (5/9/2026 ) pukul 07.00 WIB.

Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi H Asan Kotawaringin Timur menunjukkan, mayoritas hotspot berada pada tingkat kepercayaan menengah. Dari 733 titik yang terdeteksi, sebanyak 676 titik memiliki tingkat kepercayaan 30–79 persen.

"Sementara itu, 55 titik masuk kategori tingkat kepercayaan tinggi atau di atas 80 persen. Dua titik lainnya memiliki tingkat kepercayaan rendah," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Kotawaringin Timur Mulyono Leo Nardo. 

Kondisi ini terjadi ketika potensi pertumbuhan awan hujan belum merata di wilayah Kotim. Berdasarkan prediksi cuaca numerik ECMWF 0.1 Degree IFS Model Data, potensi pertumbuhan awan hujan pada periode 5 hingga 6 September hanya terlihat di wilayah Kotim bagian utara.

Sementara wilayah lain, terutama bagian selatan, masih menghadapi kondisi yang mendukung terjadinya kebakaran.

Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena analisis parameter cuaca BMKG menunjukkan tingkat kemudahan terjadinya kebakaran di Kalimantan Tengah justru meningkat pada Minggu (6/9).

Pada Sabtu, sebagian besar wilayah Kalteng, terutama bagian selatan dan tengah, berada dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar. Kondisi serupa diprediksi meluas pada Minggu.

Hampir seluruh wilayah Kalteng diperkirakan didominasi kategori mudah terbakar hingga sangat mudah terbakar.

Di Kotim, hotspot paling banyak terkonsentrasi di wilayah selatan. Kecamatan Pulau Hanaut menjadi daerah dengan jumlah titik panas tertinggi, yakni 212 titik.

Dari jumlah tersebut, 182 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah dan 30 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi.

Selanjutnya, Teluk Sampit mencatat 149 hotspot, terdiri dari 133 titik tingkat kepercayaan menengah dan 16 titik tingkat kepercayaan tinggi.

Mentaya Hilir Selatan berada di posisi berikutnya dengan 141 hotspot. Sebanyak 126 titik memiliki tingkat kepercayaan menengah dan 15 titik tingkat kepercayaan tinggi.

Hotspot juga terdeteksi cukup banyak di Mentaya Hilir Utara dengan 102 titik, Baamang 74 titik, Mentawa Baru Ketapang 66 titik, serta Telawang 53 titik.

Data tersebut menunjukkan bahwa konsentrasi hotspot masih berada di sejumlah wilayah yang selama ini menjadi kawasan rawan Karhutla.

Potensi hujan di wilayah utara Kotim diharapkan dapat membantu mengurangi kondisi kering di kawasan tersebut. Namun, wilayah selatan masih membutuhkan kewaspadaan tinggi karena potensi hujan belum merata.

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama pembakaran lahan. Kondisi cuaca yang mudah terbakar dapat membuat api cepat meluas dan menyulitkan proses pemadaman. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
hujan di utara kotim karhutla kotim