RSUD dr Murjani Benahi Sistem Triase IGD, Pasien Diminta Pahami Prioritas Kegawatan   

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 19:59 WIB
Direktur RSUD dr Murjani Sampit dr. Yulia Nofiany
Direktur RSUD dr Murjani Sampit dr. Yulia Nofiany

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – RSUD dr Murjani Sampit terus membenahi sistem triase di Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk memastikan pasien mendapat penanganan sesuai tingkat kegawatan. Pasien dengan kondisi lebih darurat diprioritaskan tanpa mempertimbangkan urutan kedatangan.

Direktur RSUD dr Murjani Sampit dr. Yulia Nofiany mengatakan, penanganan di IGD dilakukan berdasarkan standar triase. Pasien dibedakan berdasarkan tingkat kegawatannya untuk menentukan prioritas penanganan.

“Jadi, kebanyakan pasien kita ke IGD semuanya merasa gawat. Sedangkan kriteria gawat darurat itu ada standarnya,” ujar Yulia.

Ia menjelaskan, pasien kategori triase merah dan kuning mendapat prioritas penanganan dibandingkan pasien kategori hijau. Karena itu, pasien kategori hijau yang datang lebih dahulu dapat menunggu apabila terdapat pasien kategori merah atau kuning yang datang kemudian.

“Yang triase merah dan kuning itu didahulukan daripada yang hijau. Jadi bisa jadi yang hijau datang lebih dahulu, tetapi yang merah datang kemudian dan harus ditangani lebih dulu,” jelasnya.

Menurut Yulia, kondisi tersebut terkadang membuat pasien atau keluarga merasa telah lama menunggu. Padahal, petugas sedang menjalankan prosedur pelayanan berdasarkan tingkat kegawatan masing-masing pasien.

Ia menambahkan, penataan sistem triase di IGD RSUD dr Murjani saat ini sudah lebih baik. Proses triase dilakukan sejak pasien datang sehingga petugas dapat menentukan prioritas penanganan sebelum pasien masuk lebih jauh ke area pelayanan.

“Sekarang sudah bagus. Sudah rapi, penataan triase sudah di depan. Jadi pasien ditriase dulu dan tidak masuk sembarangan lagi. Lebih friendly,” katanya.

Meski demikian, Yulia mengakui kondisi IGD yang ramai dengan tekanan kerja tinggi menjadi tantangan bagi petugas dalam berkomunikasi dengan pasien dan keluarga.

Menurutnya, penyampaian informasi yang baik mengenai kondisi pasien dan urutan penanganan dapat mengurangi kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Kalau disampaikan baik-baik, dijelaskan urutannya seperti ini dan seperti itu, mungkin tidak akan ramai. Itu pasti,” pungkasnya. (yn/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
RSUD dr Murjani Sampit kotawaringin timur